Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Terciptanya Semua makluk Berawal Dari Nur Muhammad

Terciptanya Semua makluk Berawal Dari Nur Muhammad. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Berjumpa lagi Dengan Saya Karya Mandau Selamat Beraktifitas Dan semoga Sukses Buat Anda. Kali Ini Saya Share Dan Berbagi Artikel Tentang Terciptanya Nur Muhammad Awal Terciptanya Semua Makhluk. Lansung Saja Kita Tidak Memperpanjang waktu Anda Lansung Anda Simak Bersama Situs Terkait Yang Telah Saya Publikasikan berikut.


Pada dalam hadits qudsi Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw: Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenal kemudian Aku ciptakan alam (makhluk) agar Aku bisa dikenal. Dengan merenungkan tanda-tanda alam dan ayat-ayat Al Qur’an kaum muslimin dapat memperoleh kilasan aspek Ke-Ilahian yang telah dituangkan di alam semesta yang oleh Al Qur’an disebut sebagai wajah Allah (wajh-Allah).

Di dalam hadits qudsi tersebut di atas terdapat kalimat yang berbunyi: Kemudian Aku ciptakan alam (makhluk)….. Ini masih berbentuk cahaya dan cahaya itu terbagi-bagi sebagaimana pendapat Ka’ab bin Akbar ra dalam kitab yang berjudul Madari: Yusu’ud (tangga-tangga kenaikan) yang di tulis oleh Syeh Nawawi pada halaman 2 s/d 3, yang terjemahannya kurang lebih sebagai berikut: berkata Ka’ab bin Akbar ra:

Ketika Allah hendak menciptakan Maujudat / makhluk, menghamparkan bumi dan meninggikan langit. Allah menggenggam seganggam dari nurNya dan berfirman: Kun Muhammad, maka jadilah segenggam nur tadi menjadi sebuah tiang dari nur yang memancarkan cahaya sampai menembus hijab-hijab kegelapan. Lalu tiang itu bersujud dan berkata: Allahu Akbar. Allah berfirman kepada tiang nur itu: “Aku ciptakan kamu dan Aku beri nama kamu Muhammad.

Darimu Ku awali semua makhluk, dan darimu Ku akhiri semua para utusan”. Kemudian Allah membagi empat bagian. Kemudian Allah ciptakan Lauhil Mahfud dari bagian pertama. Lalu Qalam dari bagian yang kedua. Allah berfirman : kepada Qalam, “Tulislah !” maka bergetarlah Qalam seribu tahun kedahsyatan kedahsyatan kitabullah. Lalu Qalam berkata, “Apa yang harus aku tulis ?” Allah berfirman : Tulislah Lailaaha Illallah Muhammadurrasulullah.

Maka Qalam menulis kalimat itu. Lalu Qalam diberi petunjuk tentang ilmu Allah yang berkaitan dengan makhluk, kemudian Qalam menulis, Anak cucu Adam dari sulbinya; siapa yang taat kepada Allah akan masuk surga, siapa yang maksiyat kepada Allah akan masuk neraka. Umat Nuh; siapa yang taat kepada Allah masuk surga…Umat Ibrahim; siapa yang taat kepada Allah, masuk surga, siapa maksiat…Umat Musa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiat kepada Allah ….Umat Isa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah…Umat Muhammad; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah….ketika Qalam mau menulis kalimat berikutnya ( masuk neraka ) tiba- tiba ada seruan dari Yang Maha Tinggi: “Hai Qalam beradablah kamu”. Maka pecahlah Qalam karena karena kedahsyatan seruan itu, dan sobek ujungnya berbentuk garis lurus, dengan tangan kudrat maka jadilah adap.

Qalam tidak bisa menulis kecuali pecah bergaris ujungnya. Lalu Allah berfirman: Tulislah, umat berdosa Tuhan Maha Pengampun” kemudian Allah menciptakan Arasy dari bagian yang ke tiga. Dari bagian yang ke empat menjadi empat bagian:

1.- Bagian kesatu dijadikan akal.
2.- Bagian kedua dijadikan ma’rifat ( agar dapat mengetahui).
3.- Bagian ketiga dijadikan cahaya Arsy dan sinar penglihatan serta seluruh cahaya termasuk siang ( matahari), sinar malam( bulan dan bintang). Semua cahaya ini berasal dari Nur Muhammad, Nur Muhammad adalah awal segala makhluk
4.- Bagian yang ke empat dititipkan di bawah arasy, sampai Allah menciptakan Adam. Kemudian Allah menitipkan bagian itu (nur Muhammad) pada punggung Adam, bersujudlah para Malaikat.

Kemudian Allah memasukkan Adam ke surga, para Malaikat berbaris rapi di belakang Adam, menyaksikan nur tersebut. Adam berkata: “Ya Allah kenapa para Malaikat berkumpul di belakangku?” Allah berfirman : “Wahai Adam mereka melihat nur kekasihku Muhammad penutup para utusan yang Aku keluarkan (pancaran cahaya) dari punggung mu” Adam berkata: “Ya Tuhan jadikan nur itu di depan saya, supaya saya bisa melihat dan berhadapan dengan malaikat”...

Maka Allah memindahkan nur itu pada dahi nabi Adam, Malaikat berbaris di depan Adam. Adam berkata: “Ya Tuhan, jadikan Nur ini di tempat yang aku bisa melihat. Maka Allah jadikan Nur itu pada telunjuk Adam. Adam bisa melihat Nur itu bertambah bagus, megah dan Adam mendengar Nur itu bertasbih penuh keagungan, kemudian Nur itu pindah ke Hawa (istri Adam), seperti matahari yang bersinar.

Kemudian ditentukan permulaan para utusan dari Nabi Sis as. Maka hilanglah Nur itu di wajah Hawa pindah ke Nabi Sis as. Lalu Adam mengambil sumpah Nabi Sis as. Bahwasanya: “Tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia,” sampai pada sulbi Abdullah bin Abdul Mutholib. Kemudian Allah mengeluarkannya ke dunia ini dan menjadikannya Raja para Utusan Rahmatan lil alamin dan seorang panutan yang memancarkan cahaya yang terang benderang.

Demikian dikala Nabi Muhammad saw. Diturunkan ke dunia, beliau disinari cahaya yang terang benderang sehingga, cahaya matahari yang menyinarinya tidak bisa memberi bayangan, dikarenakan cahaya Nur Muhammad lebih terang dari pada sinar matahari, itu terjadi di sepanjang hidup sampai beliau wafat. Dan siapa generasi penerusnya setelah Rasulullah saw. wafat.

Melihat dari sumpah Nabi Adam as. yang berbunyi tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia. Mengingat risalah yang di bawa oleh Rasulullah saw. Dan dilanjutkan para pewarisnya yaitu para sahabat, para wali yang suci, dan para tabiin serta para ulama’ (yang disucikan dan yang dimuliakan oleh Allah swt.)

Jadi manusia yang dititipi Nur Muhammad, adalah orang-orang yang suci dan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah swt. Adapun orang- orang yang mensucikan diri sehingga ia mencapai pada tingkat kesucian ruh mereka diberi petunjuk untuk menuju ke jalan yang sampai kepada ruhnya ruh Nur Muhammad, karena ruh tercipta dari percikan Nur Muhammad dikala bersujud dan bertasbih kepada Allah selama ribuan tahun. Sumber dari Penciptaan Nur Muhammad Awal Terciptanya Semua Makhluk  Sekian Terimakasih Semoga Banyak Manfaatnya Untuk Kita Semua.

Waspadalah Buku Panduan Shalat, tapi Kristen

WASPADALAH … !!!

Ada Buku Panduan Shalat, tapi Kristen … !?

Di dalam Al-Qur’an sering ditemukan kata "Aqimus Sholah" (tegakkan Shalat), sebagai bagian dari perintah Allah SWT kepada kaum Muslim untuk beribadah.

Tapi jangan keliru, belakangan ini, kalangan Kristen Otodox Syiria (KOS) juga menggunakan bahasa serupa yang juga mirip dengan bahasa Al-Qur'an ini.





Baru-baru ini, kalangan Kristen Ortodox Syiria menerbitkan buku berjudul "Shalat Rabbaniyah" yang ditulis oleh Ignatius Bambang Soetawan.

Isi buku setebal 120 halaman tersebut adalah tafsir ringkas (refleksi) tentang "Doa Bapa Kami" yang dikutip dari Injil Matius 6: 9-13.

Bambang adalah alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teoogi Prajnawidya Yogyakarta, 1971.

Selain buku mirip bahasa khas Islam tersebut, Yayasan Misi Orthodoxia yang diketuai oleh Pendeta Yusuf Roni juga menerbitkan buku panduan shalat kristen yang berjudul "Kitabus Sab'us-Shalawat" (shalat 7 waktu).

Jika tidak paham, peristiwa ini dapat mengecoh umat Islam.

Apalagi selain menggunakan bahasa yang mirip Al-Qur'an, kalangan Kristen Ortodok

Syiria juga menggunakan simbol-simbol mirip Islam. Seperti jilbab dll.

Semoga ini bisa menjadi informasi untuk semua kaum Muslim …

WASPADALAH...! PLEASE di-TAG, SHARE / BAGIKAN, PENTING...!

Tauhid Rububiyyah Dan Makna Kalimah Tauhid

Yang di maksut dengan tauhid rububiyyah adalah mentauhidkan allah dalam kejadian-kejadian yang hanya dapat dan yang bisa di lakukan oleh allah, Serta menyatakan dengan tegas bahwa allah Ta'ala adalah Robb, Raja, Dan penciptasemua makluk, Dan juga allah lah yang mengatur dan merubah keadaan mereka atau kita semua. (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).

 Tauhid Rububiyyah Dan Makna Kalimah Tauhid

 
Dengan meyakini rububiyyah yaitu meyakini kekuasaan allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, Contoh dan misalnya, Meyakini bumi dan langit serta isinya di ciptakan oleh Allah semata, Allah lah yang memberikan rezqi, Dan Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Juga Allah yang menggerakkan Bintang-bintang Dan yang lainya. Diu nyatakandalam Al Qur'an :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ   

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang" (QS. Al An'am: 1)

Dan perhatikanlah Baik-baik tauhid Rububiyyah ini di yakini semua orang baik Mukmin maupun kafir, Semenjak dahulu hingga sekarang ini, Bahkan mereka menyembah dan beribadah kepada Allah. Hal ini di kabarkan dalan Al Qur'an
 
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

"Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (Orang-orang kafir jahiliah) Siapa yang telah menciptakan langit dan bumi Serta menjalankan matahari juga bulan? Niscaya mereka akan menjawab, Allah", (QS. Al Ankabut 61).

Oleh karena itu kita dapati Ayahanda Rasulullah Shalallahu'alaihi weasallam bernama Abdullah, Yang artinya Hamba Allah. Padahal ketika Abdullah di beri nama demikian, Rasulullah Shalallahu'alaihi weasallam Tentunya belum lahir.

Adapun yang tidak mengimani Rububiyyah Allah adalah kaum komunis Atheis. Syaikh Muhammad bin jamil Zainu berkata : Orang-orang komunis tidak mengakui adanya tuhan. Dengan keyakinan mereka yang demikian, Berarti mereka lebih kufur dari pada Orang-orang kafir Jahiliyah" (Lihat Minhaj Firqotin Najiyyah)

Pertanyaan: Jika orang kafir jahiliyah Sudah menyembah dan beribadah kepada Allah sejak dahulu, Lalu apa yang di perjuangkan Oleh Rasulullah dan para sahabat? Mengapa mereka Berlelah-lelah penuh penderitaan juga mendapat banyak perlawanan dari kaum kafirin? Jawabnya : Meski orang kafir jahiliyah beribadah kepada Allah mereka tidak bertauhid Uluhiyah kepada Allah, Dan inilah yang di perjuangkan oleh Rasulullah dan para Sahabat.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ         

"Hanya engkaulah yang kami sembah, Dan hanya kepada engkau kami meminta pertolongan (Al fatihah: 5)

Sedangkan makna ibadah adalah semua hal yang di cintai oleh Allah maupun baik berupa perkataan maupun perbuatan. Apakah maksut yang di cintai Allah itu? Yaitu segala sesuatu yang telah di perintahkan oleh Allah dan rasul-nya. Segala sesuatu yang di janjikan balasan kebaikan bila melakukanya. Seperti Shalat, Puasa, Bershodaqoh, Menyembelih, Termasuk ibadah juga ber do'a, Cinta, Bertawakal, Istighotsah, Dan isti'anah. Maka Orang yang bertauhid uluhiyah hanya menyerahkan semua ibadah ini hanya kepada Allah Semata-mata, Dan tidak kepada yang lain. Sedangkan orang-orang kafir jahiliyah selain beribadah kepada Allah mereka juga memohon, Ber do'a, beristighotsah kepada selain Allah. Dan inilah yang di perangi Rasulullah, Dan ini juga inti dari ajaran para nabi dan rasul seluruhnya. Mendakwahkan Tauhid uluhiyyah. Allah Ta'ala Berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ  

"Sungguh telah kami utus rasul untuk setiap ummat dengantujuan untuk mengatakan: Sembahlah Allah saja dan jauhilah thagut (QS. An Nahl: 36)

Syaikh DR. Shalih Al Fauzan berkata: “Dari tiga bagian tauhid ini yang paling ditekankan adalah tauhid uluhiyah. Karena ini adalah misi dakwah para rasul, dan alasan diturunkannya kitab-kitab suci, dan alasan ditegakkannya jihad di jalan Allah. Semua itu adalah agar hanya Allah saja yang disembah, dan agar penghambaan kepada selainNya ditinggalkan” (Lihat Syarh Aqidah Ath Thahawiyah).

Perhatikanlah, sungguh aneh jika ada sekelompok ummat Islam yang sangat bersemangat menegakkan syariat, berjihad dan memerangi orang kafir, namun mereka tidak memiliki perhatian serius terhadap tauhid uluhiyyah. Padahal tujuan ditegakkan syariat, jihad adalah untuk ditegakkan tauhid uluhiyyah. Mereka memerangi orang kafir karena orang kafir tersebut tidak bertauhid uluhiyyah, sedangkan mereka sendiri tidak perhatian terhadap tauhid uluhiyyah??

Sedangkan Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan yang Ia tetapkan bagi diri-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Cara bertauhid asma wa sifat Allah ialah dengan menetapkan nama dan sifat Allah sesuai yang Allah tetapkan bagi diriNya dan menafikan nama dan sifat yang Allah nafikan dari diriNya, dengan tanpa tahrif, tanpa ta’thil dan tanpa takyif (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah nama-nama yang husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya” (QS. Al A’raf: 180)

Tahrif adalah memalingkan makna ayat atau hadits tentang nama atau sifat Allah dari makna zhahir-nya menjadi makna lain yang batil. Sebagai misalnya kata ‘istiwa’ yang artinya ‘bersemayam’ dipalingkan menjadi ‘menguasai’.

Ta’thil adalah mengingkari dan menolak sebagian sifat-sifat Allah. Sebagaimana sebagian orang yang menolak bahwa Allah berada di atas langit dan mereka berkata Allah berada di mana-mana.

Takyif adalah menggambarkan hakikat wujud Allah. Padahal Allah sama sekali tidak serupa dengan makhluknya, sehingga tidak ada makhluk yang mampu menggambarkan hakikat wujudnya. Misalnya sebagian orang berusaha menggambarkan bentuk tangan Allah,bentuk wajah Allah, dan lain-lain.

Adapun penyimpangan lain dalam tauhid asma wa sifat Allah adalah tasybih dan tafwidh.

Tasybih adalah menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. Padahal Allah berfirman yang artinya:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Lagi Maha Melihat” (QS. Asy Syura: 11)

Kemudian tafwidh, yaitu tidak menolak nama atau sifat Allah namun enggan menetapkan maknanya. Misalnya sebagian orang yang berkata ‘Allah Ta’ala memang ber-istiwa di atas ‘Arsy namun kita tidak tahu maknanya. Makna istiwa kita serahkan kepada Allah’. Pemahaman ini tidak benar karena Allah Ta’ala telah mengabarkan sifat-sifatNya dalam Qur’an dan Sunnah agar hamba-hambaNya mengetahui. Dan Allah telah mengabarkannya dengan bahasa Arab yang jelas dipahami. Maka jika kita berpemahaman tafwidh maka sama dengan menganggap perbuatan Allah mengabarkan sifat-sifatNya dalam Al Qur’an adalah sia-sia karena tidak dapat dipahami oleh hamba-Nya.

Pentingnya mempelajari tauhid

Banyak orang yang mengaku Islam. Namun jika kita tanyakan kepada mereka, apa itu tauhid, bagaimana tauhid yang benar, maka sedikit sekali orang yang dapat menjawabnya. Sungguh ironis melihat realita orang-orang yang mengidolakan artis-artis atau pemain sepakbola saja begitu hafal dengan nama, hobi, alamat, sifat, bahkan keadaan mereka sehari-hari. Di sisi lain seseorang mengaku menyembah Allah namun ia tidak mengenal Allah yang disembahnya. Ia tidak tahu bagaimana sifat-sifat Allah, tidak tahu nama-nama Allah, tidak mengetahui apa hak-hak Allah yang wajib dipenuhinya. Yang akibatnya, ia tidak mentauhidkan Allah dengan benar dan terjerumus dalam perbuatan syirik. Wal’iyydzubillah. Maka sangat penting dan urgen bagi setiap muslim mempelajari tauhid yang benar, bahkan inilah ilmu yang paling utama. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Sesungguhnya ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling agung kedudukannya. Setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui, dan memahami ilmu tersebut, karena merupakan ilmu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hak-hak-Nya atas hamba-Nya” (Syarh Ushulil Iman, 4).

Sekian terimakasih karena anda telah membaca artikel Tauhid Rububiyyah Dan Makna Kalimah Tauhid ini. Semoga anda terhibur dan bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by
http://karya-mandau.blogspot.com/2013/03/tauhid-rububiyyah-dan-makna-kalimah.html
     

Cara Mandi Wajib Rasulullah SAW - Cara Muhammad SAW

Mandi wajib dalam islam adalah cara untuk menghilangkan hadats besar, yaitu dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari atas kepala hingga ke ujung kaki.

A. Pertama : Yaitu Rukun yang wajib di kerjakan.

Untuk melakukan mandi janabah. Dan ada tiga hal yang harus di kerjakan karena merupakan rukun atau pokok.

1. Niat Sabda nabi SAW : Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya.
2. Menghilangkan Najis, Jika ada pada badan.

Dengan menghilangkan najis dari badan Sesungguhnya merupakan syarat sah nya menjadi janabah, Dengan demikian Apabila seseorang akan mandi janabah tesebut Di isyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel pada tubuh tersebut.

Caranya : Bisa anda mencucinya atau dengan mandi seperti biasa dengan sabun juga pembersih yang lainya. Adapun apabila najis tersebut tergolong najis berat, Maka wajib mencucinya terlebih dahulu dengan air bersih 7 kali dan salah satunya dengan tanah.

3. Meratakan air hingga keseluruh tubuh / Badan.
Seluruh badan / tubuh harus rata di basahi air, Baik kulit maupun rambut juga bulu. Baik akarnya ataupun yang terjuntai. Semua penghalang wajib di lepas juga di hapus. Contohnya Seperti : Cat, Lem, Pewarna kuku, Dan pewarna rambut Apabila bersifat yang menghalangi masuknya air.    

B. Kedua : Sunah-sunah yang dianjurkan dalam mandi janabah.

1. Membaca Bismillahirrahmanirrahim.
2. Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan kedalam air.
3. Berwudhu sebelum mandi aisyah RA Berkata : Ketika mandi janabah Nabi SAW Berwudhu seperti wudhu ketika hendak Shalat.
4. Menggosokkan tangan keseluruh anggota tubuh / Badan, Hal seperti ini untuk untuk membersihkan seluruh anggota badan / Tubuh.
5. Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu seperti biasa.
6. Wallahu a'lam bishshawab Wassalamu 'alakum Warahmatullahi wabarakatuh.

Larangan :

Shalat Para ulama telah ijmak (konsesus) bahwa dalam keaadaan berjunub diharamkan untuk shalat. selain itu dalil yang mengharamkan shalat dalam keadaan berjunub adalah Hadis riwayat Bukhari dan Muslim : لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ “Allah tidak akan menerima shalat kamu bila dalam keadaan berhadas hingga kamu berwudhuk”

Dalam hadis tersebut terdapat laranagn untuk shalat dalam keaadan berhadas kecil (tanpa wudhuk) maka dalam keadaan berhadas besar (junub) tentu lebih dilarang untuk shalat. Sujud tilawah dan sujud syukur, karena sujud sama dengn shalat Membaca Al quran Dalilnya hadis riwayat Turmudzi عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّ النَّبِيَّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} لَمْ يَكُنْ يَحْجُبُهُ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ جُنُبًا . “dari Ali bin Abi Thalib : sesungguhnya Nabi Saw tiada yang menegah beliau untuk membaca Al Quran selain dari janabah”

Menyentuh dan menanggung Al Quran Dalam Al Quran surat A Waqi`ah ayat 79 Allah berfirman: لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ “jangan menyentuh Al Quran kecuali orang-orang yang bersuci”

Khutbah jum`at : Karena khutbah jum`at pada makna shalat.

Thawaf : Dalam sebuah hadis shahih `ala syarthi Syaikhain riwayat Hakim Rasulullah bersabda:

الطواف بمنزلة الصلاة إلا أن الله قد أحل فيه المنطق، فمن نطق فلا ينطق إلا بخير. “thawaf itu pada makna shalat tetapi Allah menghalalkan beerbicara ketika thawaf. Maka siapa yang berbicara, berbicaralah dengan kebaikan”

Menetap dalam mesjid.  Allah berfirman dalam Al Quran surat An nisa ayat 43 أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi”

Niat Hendak Melakukan mandi Wajib / Bejunub.

Nawaitul-ghusla li rofil-hadatsil-akbari fardhol Lil-laahi ta'aalaa

 

Bagi mereka yang sedang ber-junub, yaitu mereka yang masih berhadats besar, tidak boleh melakukan hal-hal sbb.:
  •         Melaksanakan salat.
  •         Melakukan thawaf di Baitullah.
  •         Memegang Kitab Suci Al-Qur'an.
  •         Membawa atau mengangkat Kitab Suci Al-Qur'an.
  •         Membaca Kitab Suci Al-Qur'an.
  •         Berdiam diri di masjid.

Sunnah-sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah:
  •     Membaca bismilah.
  •     Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air.
  •     Berwudhu` sebelum mandi Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAW berwudku seperti wudhu` orang shalat. .
  •     Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan.
  •     Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu.
  •     Wallahu a’lam bishshawab, Wassalamu ‘alakum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagi mereka yang sedang haid, dilarang melakukan hal-hal seperti tersebut di atas dan ditambah larangan sebagai berikut :
  •         Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut.
  •         Berpuasa baik sunnat maupun fardlu.
  •         Dijatuhi talaq (cerai).    

Beberapa hal yang mewajibkan Kita mandi wajib:

  •         Bersetubuh.
  •         Keluar mani disebabkan bersetubuh, mimpi bersetubuh atau sebab-sebab yang lainnya.
  •         Mati, dan matinya bukan mati syahid.
  •         Karena selesai nifas (setelah selesai berhentinya keluar darah setelah melahirkan).
  •         Karena wiladah (melahirkan).
  •         Karena selesai haid (datang bulan).
Sekian terimakasih karena anda telah membaca artikelCara Mandi Wajib Rasulullah SAW - Cara Muhammad SAW ini. Semoga anda terhibur dan bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by
 http://karya-mandau.blogspot.com/2013/03/cara-mandi-wajib-rasulullah-saw-cara.html

ILMU - KEROHANIAN WARISAN SUNAN KALIJAGA

ILMU PERSILATAN DAN PERUBATAN ISLAM WARISAN SUNAN KALIJAGA (GERAK FAQIR)


Terbuka kepada setiap lapisan masyarakat yang berhajat untuk memartabatkan Ilmu Haq warisan Raden Mas Syahid (Sunan Kalijaga).Para pelatih digalakkan memantapkan diri dengan :

1] Ilmu Fiqh [Ilmu Hukum-hakam Islam] di isyaratkan/dimaksudkan ‘ISLAM’
2] Ilmu Tawhid [Ilmu Usuluddin] di isyaratkan/dimaksudkan ‘IMAN’
3] Ilmu Tasawwuf/Tarikat di isyaratkan/dimaksudkan ‘IHSAN’

Sila hubungi penulis melalui talian telefon yang tertera. Penulis akan mengijazahkan para pelatih dengan amalan ini dan seterusnya membimbing para pelatih secara individu dengan amalan Gerak Persilatan (Jurus Kebatinan) dan Gerak dalam Penyembuhan Tapak Tangan (Perubatan Sunnah Nabi).

Bersama membanteras kesyirikan dalam Ilmu Persilatan dan Perubatan dengan memohon hanya kepada Allah SWT. LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH HIL ALIYYIL AZIM.

TUJUH LANGKAH YANG TELAH DI SUSUN OLEH ULAMA DALAM MEMAHAMI, MELAKSANAKANNYA SERTA MENGUASAINYA DALAM GERAK YANG DATANG DARI GERAK KUDRAT DAN IRADAT ALLAH AZZA WA JALLA.

(1) Pengenalan

Seseorang Hamba adalah Faqir dimana Gerak dan Diam adalah takluk dalam Kudrat dan Iradat ALLAH. Kita hanya mempunyai kudrat memohon tetapi tiada kudrat melakukannya....walaupun hanya mahu meminun secawan air atau mengerakkan hujung jari, melainkan datangnya gerak Kudrat dan Iradat dari ALLAH. Justeru itu gerak dan jurusnya hanya dimohon kepada ALLAH.

Para pengamal Gerak Faqir yang benar pelajarannya akan memiliki kunci rahsia memohon qudrat ALLAH. Dengan kunci tersebut serta keyakinan yang benar, para ahli Gerak Fakir mampu menggunakannya dengan pelbagai hajat, samaada untuk dirinya atau membantu orang lain seperti perubatan dan lainnya.

Para pengamal Gerak Faqir wajib sentiasa Syuhudkan dirinya di dalam keFaqiran disisi ALLAH, tiada baginya Ilmu, adapun segala kehebatan dan kekuatan adalah milik ALLAH. Sesungguhnya ALLAH cinta kepada hambaNya yang merendah diri dan menyeru padaNya memohon pertolongan. ALLAH akan makbulkan segala permohonan hambaNya dalam apa jua perkara kebaikan, insya Allah.

Ahli Gerak Faqir dilarang bertuhan pada kekuatan diri, ilmu atau amal melainkan wajib melatih diri kepada Tauhid Syuhudiah atau Tauhid Wujudiah dengan segala kelebihan yang dimiliki.

"Apa jua kehebatan yang dimiliki tetap tidak boleh memecahkan pintu takdir ALLAH."
(petikan kalam Hikam Syeikh Ibnu Athoillah As-Sakandari(r.a) )

(2) Mukaddimah:

GERAK FAQIR adalah latihan menfanakan diri dalam gerakan silatnya (juga semasa penyembuhan penyakit) sehingga mencapai Syuhudiah atau Wujudiah. Ia juga bermatlamat menzahirkan kehebatan ilmu ALLAH dalam menundukkan segala ilmu yang batil sama ada daripada manusia, syaitan atau jin. Ia diajar secara terbuka kepada umun yang mempunyai semangat untuk memperjuangkan agama dan mempertahankan tanah air.

Para ahli Gerak Faqir terlebih dahulu diajar menguasai suatu latihan mematikan diri dan membangkitkan tenaga alam nur. Dengan jalan makrifat , para pengamal Gerak Faqir melatih dirinya denga teknik tertentu dari satu tahap ke satu tahap sehingga mereka benar-benar boleh memahami dan menguasainya. Insya Allah pada tahap tertentu , mereka mampu melakukan perkara-perkara luar biasa mengikut keperluan tanpa melalui amalan, wirid atau hizib tertentu.

Namun hal tersebut bukannya boleh dijadikan pertunjukan kerana tiada jaminan ianya boleh berlaku setiap masa, sebaliknya bergantung kepada kehendak ALLAH.

(3) Dasar-Dasar:

Asas Gerak Faqir adalah Tauhid Tasawuf. Dasar Gerak Faqir terbahagi pada tiga bahagian, iaitu:

a) Tauhid I'tiqadiah
b) Tauhid Syuhudiah
c) Tauhid Wujudiah

Tauhid I'tiqadiah adalah Tauhid Ilmu KeTuhanan Ahlu Sunnah Wal Jamaah aliran Asya'irah dan Al-Maturudiah. Ianya telah dihurai dalam perbahasan ilmu tauhid yang dikenali dengan sifat dua puluh. Tauhid ini adalah tauhid ilmu yang mengesahkan pegangan seseorang dengan akidah Ahlu Sunnah Wa Jamaah.

Seseorang mukmin tidak sepatutnya hanya berhenti pada tauhid ini kerana mereka amat mudah tergelincir kepada iktikad muktazillah atau qadariah dalam pengamalan dan kehidupan. Ini disebabkan hati mereka terhijab dengan diri dan hukum asbab sehingga tiada wujud Tuhan, baik dari sudut perkataan dan pengamalan.

Tauhid Syuhudiah adalah tauhid yang berasaskan cahaya hati dimana hati mereka sudah tersyuhud kepada Allah dalam setiap gerak dan perlakuan. Tauhid ini menyempurnakan seorang itu dalam akidah Ahli Sunnah Wa Jamaah. Tauhid ini diperolehi hasil dari amalan tareqah yang menghimpunkan zikir, mujahadah, muraqabah dan tawajuh.

Tauhid Wujudiah ialah perasaan keleburan yang tinggi sehingga fana ia daripada melihat wujud yang lain melainkan wujud Allah semata-mata. Ia adalah hasil dari latihan zikir dan musyahadah di bawah bimbingan mursyid. Sampai pada peringkat ini, maka barulah seorang itu mencapai kesempurnaan tauhid Ahlu Sunnah Wa Jamaah yang hanya melihat satu wujud saja, yakni wujud Allah semata-mata. Maka hancurlah Ananiahnya (keAkuan dirinya), tiada baginya terhijab dengan amal dan pergantungan pada asbab. Ia juga di kenali dengan Wahdatul Wujud dalam Dzauqiahnya.

(4) 3 Langkah:

Mempelajari ilmu Gerak Faqir bukan silat semata2, tapi ia adalah ilmu atau jalan Makrifah menuju pada ALLAH. Guru dan Ulama dahulu mengolah ilmu yang sesuai dengan keadaan semasa itu sehingga diberi ilham dan kekuatan untuk tujuan berjihad kejalanNya. Kaedah ilmu ini mendzahirkan kehebatan ilmu ALLAH dlm menundukkan segala ilmu yang batil baik dari ilmu hitam, jin dan syaitan atau boleh digunapakai untuk ilmu perubatan dan sebagainya.

Gerak Fakir adalah gerakan yang berasaskan kepada 3 LANGKAH.

1.Niat (IRADAT)
2.Makrifat(HUBUNGAN DGN ALLAH)
3.Gerak(KUDRAT/ILMU)

Gerak Faqir adalah datang dari Gerak Allah setelah seseorang berjaya memahami ILMU mnFANAkan dirinya.

Gerak Fakir juga menjalani 4 TAHAP.

1.Mematikan diri(PENUMPUAN)
2.Gerak Silat & Gerak Tangan Untuk Penyembuhan
3.Mengetahui Gerak Musuh (zahir dan batin)
4.Kebal tubuh dari segala senjata.

Segala pelajaran 4 tahap ini bukan berdasarkan amalan, wirid atau petua tertentu tapi berdasarkan pada MAKRIFAH kepada ALLAH.

Untuk mencapai makam makrifat perlu pada ilmu TAUHID TASAWWUF. Sesungguhnya seseorang yang benar benar mencapai makrifat kepada ALLAH, dia adalah raja dunia dan akhirat. padanya akan keluar segala ilmu, hikmah dan barakah. Dalam Gerak Fakir bukan buah, bunga atau gerak tari yang menjadi ukuran, tetapi paling penting ialah ia benar-benar berada dalam GERAK ALLAH.

"Apa jua kehebatan yang dimiliki tetap tidak boleh memecahkan pintu takdir ALLAH"
(petikan kitab Hikam Syeikh Ibnu 'Athoillah).

(5) Makrifat, Niat dan Gerak.

Makrifat adalah ilmu pengenalan dengan Allah. Seseorang itu wajib mengenal Tuhannya. Awal pengenalan dengan Tuhannya adalah dengan mengenali DIRInya sendiri. Ringkasnya pengenalan mengikut Gerak faqir adalah memahami 7 SIFAT MAA'NI iaitu:

1: Kudrat(kuasa)
2: Iradat(kehendak)
3: Ilmu(ilmu)
4: Hayat(hidup)
5: Sama'(mendengar)
6: Basar(melihat)
7: Kalam(berkata-kata)

Ketahuilah bahawa sifat AL-HAYAT adalah 'ketua' bagi segala sifat, manusia boleh hidup tanpa 6 sifat (melihat, mendengar, berkata-kata, ilmu, kuasa, kehendak) tetapi tanpa al-Hayat, maka manusia akan mati. NAFAS adalah dari Ruh al-Hayat.Hidup jasad dengan nafas, hidup nafas dengan sifat al-Hayat Allah.

Niat adalah gerak hati. Gerak hati adalah kuasa pilihan yang diberi oleh Allah pada setiap manusia. Setiap Gerak(IRADAT) hati akan datang kudrat Allah. Manusia (hakikatnya) tiada kudrat, segala gerak perbuatanya adalah gerak Allah(KUDRAT). Allah mengurniakan kudrat tetapi ada kudrat yang diredai dan ada kudrat yang tidak diredai-Nya.

Para pelajar Gerak Faqir wajib mendalami gerak hatinya. Gerak hati wajib dikawal oleh ilmu dan akal yang tunduk kepada wahyu. Gerak faqir adalah datang dari gerak Allah setelah para pelajar berjaya memahami ilmu mematikan dirinya. Maka setelah seorang pelajar itu benar-benar berada pada maqam tiada dirinya (fana), maka akan timbullah disana gerak Allah yang berdasarkan Kudrat, Iradat dan Ilmu-Nya mengikut apa saja niat atau permintaan.

Para pelajar Gerak faqir wajib memdalami dan memahami Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah yang telah disusun dalam pengajian Sifat 20, wajib juga memahami Tauhid Syuhudiah dan Wujudiah.

Tauhid Syuhudiah dan Wujudiah adalah maqam yang dikurniakan Allah bagi mereka yang bersungguh-sungguh berjalan kepadaNya untuk menyucikan jiwa. Firman Allah SWT yang bermaksud :

"Barang siapa yang bersungguh-sungguh pada jalanKu, nescaya Aku buka jalan baginya".

(6) 'Mati sebelum mati (hakikat nafas)

Berkata Arifbillah,

'Matikan dirimu sebelum kamu mati'. Maka 'mati yang pertama' itu seolah-olah bercerai ruh dari jasad, tiada daya upaya walau sezarah jua pada hakikatnya, hanya Allah jua yang berkuasa, kamudian dimusyahadahkan didalam hati dengan menyaksikan kebesaran iaitu sifat Jalal dan JamalNya dan kesucianNya. Maka mati diri sebelum mati itu ialah dengan memulangkan segala amanah Allah iaitu tubuh jasad ini kepada yang menanggung amanah iaitu ruhaniah jua.

Ditarikkan 'nafas' itu dengan hakikat memulangkan dzat, sifat, afaal kita kepada Dzat, Sifat, Afaal Allah yang bererti memulangkan segala wujud kita yang zahir kepada wujud kita yang bathin (Ruh). Dan pulangkan wujud Ruh pada hakikatnya kepada Wujud Yang Qadim.

Maka selepas sempurna 'mematikan diri yang pertama' hendaklah melakukan 'mikraj' iaitu 'mematikan diri peringkat kedua' yang dinamakan mati maknawi, iaitu hilang segala sesuatu didalam hatimu malainkan hanya berhadap pada Allah jua. Dengan meletakkan nafas kita melalui alam 'ampas' iaitu antara dua kening merasa penuh limpah dalam alam kudus kita iaitu dalam kepala kita hingga hilang segala ingatan pada yang lain melainkan hanya hatimu berhadap pada Allah jua.

'Mati pada peringkat ketiga' adalah mati segala usaha ikhtiar dan daya usaha diri kerana diri kita ini tidak boleh melakukan sesuatu dengan kekuatan sendiri sebab manusia itu sebenarnya memiliki sifat 'Fakir, Dhaif, lemah dan hina'.

Dinaikkan 'tanafas' hingga ditempatkannya dengan sempurna di 'nufus' dengan melihat pada matahati itu dari Allah, dengan Allah dan untuk Allah.

Dari Allah mengerakkan Ruhaniah, dari ruhaniah mengerakkan Al-Hayat, dari al-hayat mengerakkan Nafas, dari nafas mengerakkan Jasad dan pada hakikatnya itu Allah jualah yang mengerakkan sekeliannya. Pada pandangan dzahir perbuatan hamba tetapi pada pandangan matahati perbuatan Allah jua. Maka Syuhud akan Allah pada kosadnya (niat) dan segala gerak dan diamnya sebagaimana firmanNya,

"Dan tiadalah yang melontar oleh engkau ya Muhammad ketika engkau melontar tetapi Allah yang melontar.

Wallahhualam.

(7) Kaedah Pengamalan Zikir Nafas

Gerak fakir menyambung perbahasan dengan Ilmu dahulu sehingga benar benar memahami Ilmu Akidah dan perjalanan Rahsia Tajjali Allah. Tanpa kefahaman ilmu ini maka perjalanan seorang murid itu seperti orang yang mengembara tanpa peta yang tepat untuk ditujui, ibarat belayar dengan tiada mengetahui pulau mana yang mahu di tuju. Dengan itu murid mesti menguasai kefahaman Tauhid Syuhudiah A'faal di dalam sifat 20 dan juga Ilmu Martabat Tujuh yang disusun oleh para ulama Sufi untuk menjadi panduan dan mempercepatkan proses ke'Pana'an berdasarkan Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Kamudian murid akan ditalqinkan Zikir Nafas dan Perjalanan Rahsia Solat. Dari perjalanan maqam nafas tersebut maka guru akan membuka rahsia solat dan bagaimana mahu mencapai hakikat solat. Maka solat adalah pintu untuk membuka Makrifat A'faal atau Tauhid A'faal dan pengenalan Rahsia Diri. (Lihat: mati sebelum mati, hakikat nafas). Jika para murid itu benar benar nafasnya berada pada martabat yang dikehendaki, maka kesannya ialah boleh berlaku pergerakan anggota badan diluar kawalan dari gerak akal dan hati. Ia dapat digunakan dalam peperangan, pertempuran, perubatan atau apa juga tujuan keduniaan yang baik, namun tidak boleh di buat pertunjukan.

Kesan kekuatan dan kehebatan yang bersifat RABBANIAH itu melimpah pada mereka seperti tidak akan merasa sakit, tidak binasa, kebal, kasyaf, ilmu ladunni, dapat menembusi alam ghaib, dilihat hebat, gerun, kaseh sayang dan kadang kala rupa jasadnya dlihat muda, tua, cantik mengikut Nur yang ada manusia disisinya dengan Izin Allah. Para mursyid dahulu telah mendalamkan rahsia perjalanan nafas ini kepada para pejuang mereka untuk tujuan peperangan. Namun hal tersebut bukanlah matlamat tapi boleh digunakan dalam keadaan memerlukan sahaja. Matlamat hakiki mereka mengajar para murid kepada hakikat Makrifatullah. Wallahualam.

Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan

Pada modul satu ini Anda akan diajak untuk mempelajari tentang Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan. Topik Tuhan Yang Maha Esa akan membahas tentang keimanan dan ketakwaan, Sedangkan Topik ketuhanan akan membahas tentang filsafat ketuhanan. Ada dua pertanyaan yang harus Anda jawab, jika kedua pertanyaan tersebut dapat anda jawab berarti anda sudah memahami materi pada modul ini. kedua pertanyaan ini adalah:

1. Apa arti keimanan dan ketakwaan?
2. Apa yang dimaksud dengan Filsafat ketuhanan?

Agar kedua pertanyaan ini dapat anda jawab dengan baik, modul ini akan memberikan penjelasan tentang keimanan dan ketakwaan, dan Filsafat ketuhanan. Pada modul ini akan di bagi menjadi dua kegiatan Belajar (KB).

KB 1: Keimanan dan ketakwaan
KB 2: Filsafat ketuhanan

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan keimanan dan ketakwaan, dan Filsafat ketuhanan. Secara lebih Khusus setelah menyelesaikan modul ini dengan baik, Anda di harapkan mampu:

1. Menjelaskan keimanan dan ketakwaan
2. Menjelaskan Filsafat ketuhanan  

Agar materi yang dipelajari benar-benar afektif, pada setiap akhir pembahasan materi disertakan bahan latihan yang harus anda kerjakan, dengan disediakan rambu-rambu jawabanya. Setelah anda mengerjakan latihan anda diharapkan pula untuk mempelajari rangkuman materi yang anda pelajari. Selanjutnya, Tes Formatif dalam bentu multiple choice sebanyak sepuluh soal perlu anda menjawabnya. Untuk mengetahui benar tidaknya jawaban anda. silahkan periksa dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia. Jika jawaban anda telah mencapai  > 80% Anda dapat melanjutkan ke bagian belajar berikutnya.

1. Pahami setiap konsep atau prinsip atau prosedur yang di sajikan dalam bagian uraian beserta contoh yang tersedia. Bila ada pertanyaan  atau tugas singkat jawablah atau kerjakan dengan baik.

2. Mantapkan pemahaman Anda melalui refleksi atau pengendapan sendiri bila perlu diskusikan dengan teman anda.

3. Manfaatkan pertemuan tutorial tatap muka untuk memantapkan pengertian Anda terutama tentang konsep, prinsip, prosedur yang bagi anda masih meragukan.

Sekian saja terimakasih dan selamat belajar. By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/12/tuhan-yang-maha-esa-dan-ketuhanan.html

SHALAWAT IBRAHIMIYAH, MUNJIYAT, AZMI, NURUL ANWAR, THIBBUL QULUB


Shalawat Ibrahimiyah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Shalawat Munjiat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا جَمِيْعَ اْلحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّــيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبـَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى اْلغَايَاتْ مِنْ جَمِيْعِ اْلخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاتِ وَبَعْدَالْمَــمَاتِ

Shalawat Ulul'Azmi:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . وَسَــيِّدِنَا آدَمَ . وَسَيِّدِنَا نُوْحٍ . وَسَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ . وَسَيِّدِنَا مُوْسَى . وَسَيِّدِنَا عِيْسَى . وَمَا بَـيْنَهُمْ مِنَ النَّــبِيِّــيْنَ وَاْلمُرْسَلِيْنَ .صَلَاةُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِـــيْنَ

Shalawat Nurul Anwar:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِاْلأَنْوَارِ وَسِرِّاْلأَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلأَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ بَابِ الْيَسَارِسَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِنِالْمُخْتَارِوَآلِهِ الْأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ عَـدَدَ نِــعَمِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ

Shalawat Thibbul Qulub:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِالْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَــــــلَّمَ
 

Ayat-Doa Khusus Pembinasa Jin (Menghancurkan Tubuh Setan)

Untuk mengadakan pengobatan Ruqiah dengan Ayat-ayat Al-Qur'an, Ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kita, yang mana pertanyaanya yang harus kita ketahui?.

 
Pertanyaan yang pertama: Bolehkah kita membaca Ayat-ayat Al-qur'an yang bisa membinasakan Jin Hingga tak berdaya..! Apkah ini termsuk perbuatan Zalim atau bukan?

Ya boleh saja membaca Ayat-ayat itu untuk membinasakan jin dan Iblis. Tetapi ada Syaratnya Juga, Dan itu bukan termasuk perbuatan yang Zalim. (Ibnu Taimiyyah Pernah juga membaca Ayat-ayat tersebut) Dan juga (Imam Ibnu Abdissalam) Dan (Ibnu Nadim) Berikut ini Syarat-syaratnya di bawah ini.

1.- Selama Jin/Iblis itu Tetap Ber sekeras untuk tetap tinggal di dalam tubuh Seseorang dan tidak keluar dan bertahan.

2.- Dan apabila dia menipu dan mempermainkan kita Seperti masuk kembali Setelah Di keluarkan.

3.- Jin/Iblis Mau keluar tetapi dengan menyakiti Seseorang yang sedang menderita sakit.

4.- Dia mau keluar tapi akan Berpindah kedalam tubuh orang lain.

Pertanyaan yang kedua: Siapa yang memberi tahu anda (Syaikh Abduh Maghawuri) Umpama Ayat-ayat mantra Dari dalam Al-Qur'an ini Bisa menghancurkan Jin/Iblis?

Jawabanya: Sesungguhnya masalah Jin adalah masalah Alam Ghaib, Dan untuk menguji Ketepatan Ayat-ayat pembinasa tersebut melalui percobaan atau Pengamalan. Tetapi harus percobaan yang Sifatnya (Syar'i) Yang artinya: Percobaan atau pengamalan yang tidak menyimpang dari Kaidah-kaidah Agama Islam. Ini telah terbukti Ketika membaca Ayat-ayat Ruqiah terhadap orang yang Kesurupan Jin/Iblis. Saya memperhatikan yang pertama sekali merintih dan kesakitan dan kesadaran nya hilang.

Berikut Ini Adalah Ayat-ayat Dan Do'a Untuk Membinasakan Jin:

1.- Surat Al-Fatihah.
2.- Ayat Kursi.
3.- Al-baqarah (137).
4.- Ali Imran (181).
5.- An-Nisa (14).
6.- Al-An'am (93).
7.- Al-A'raf (117-14).
8.- Al-Anfal (12-14).
9.- Al-Anfal (17).
10.- Al-Aafal (50).
11.- At-Taubah (26,35).
12.- Yunus (88).
13.- Hud (56,67 82-83).
14.- An-nahl (1).
15.- Al-Israa' (18,81).
16.- Thaha (97).
17.- Al-Anbiya (11-15).
18.- Saba (48-54).
19.- Adz-Dzariyah (10-14).
20.- Al-Qamar (19-21).
21.- Al-Haaqqah (1-8).
22.- An-Nazi'at (1-7,35).
23.- Al-Buruj (10).
24.- Al-Alaq (15-18).

Amalkanlah Ayat-ayat pembinasa Jin ini Sebaik-baik mungkin, Dan Ayat-ayat ini tidak di gunakan setiap masalah kesurupan Jin, Dan bacalah Ayat-ayat ini Secara berurutan Dan setiap ayat ini Bisa Di ulang setiap harinya. Sekian saja dengan Ayat-ayat Khusus untuk pembinasa Jin dan sejenisnya, Ucapan terimakasih saya http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/ayat-ayat-khusus-pembinasa-jin.html.
         

Do'a Untuk Para Syuhada, Umat Muslim

Telah ribuan Muslin dan muslimah yang Syahid setiap hari di Palestina, Irak, Iran, Rohingya, Afghanistan, Pakistan, Suriah, Dan yang lainya. Umat Muslim di seluruh dunia ini Sangat wajib Menyeabar luaskan Informasi tentang Nasib-nasib mereka, Yang melanggar Aksi-aksi Solidaritas untuk mereka. Dan untuk mengirimkan bantuan dana, Bahan makanan, Dan Obat-obatan kepada Saudara-saudara kita. Maka Dari Itu Setiap Kita umat Muslim wajib mendo'a kan para Syuhada yang telah Gugur oleh Kebiadapan Musuh-musuh Umat Muslim/Islam.

Ada beberapa Do'a untuk untuk umat Muslim yang telah meninggal. Contohnya, Do'a yang biasa yang di baca oleh Nabi Muhammad SAW, Ketika Men Shalat kan Jenazah para sahabat yang telah meninggal. Walaupun Do'a ini di baca dalam Shalat Jenazah, Tetapi makna yang ada dalam kandungan Do'a ini sesuai juga untuk kondisi di luar Shalat Jenazah.

Do'a dari Auf bin malik radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahualaihi wa Sallam Menshalatkan Jenazah.

Berikut ini do'a Untuk Para Syuhada kita umat Muslim:

اللهُمَّ، اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّارِ

Artinya:

"Ya Allah ampunilah dia, Kasih sayangi lah dia, Selamatkanlah dia, Maafkanlah dia, Muliakanlah tempat tinggalnya, Dan lapangkanlah kuburnya, Mandikanlah dia dengan air, Es dan embun, Bersihkanlah dia dari Kesalahan-kesalahan sebagai mana engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah untuknya yang lebih baik dari rumahnya sewaktu [Di dunia] Keluarga yang lebih baik dari keluarga [Di dunia] Dan pasangan hidup yang lebih baik dari pasangan hidupnya [Di dunia] Masukkanlah ia kedalam Surga, Selamatkanlah ia Dari Azab Kubur dan Azab Neraka". [HR. Muslim No. 963. AhmadNo. 23975. An-Nasai No. 1983. Ibnu Abi Saibah No. 11353. Ibnu Hibban No. 3075. Dan Al-Baihagi No. 6965].

Umpama Syuhada kaum Muslimin yang kita Do'a kan banyak, Maka kata ganti [dia] adalah [Laal: Lahu,hu 'anhu dan seterusnya] Di ganti dengan kata ganti [Mereka] Adalah [Lafalnya menjadi: Lahum, hum,'anhum dan seterusnya].

Sekian saja, ucapan terimakasih saya semoga bermanfaat buat kita semua dan selamat mendoa kan untuk Para Syuhada Kita umat muslim Sedunia ini. http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/doa-untuk-para-syuhada.html.
    

Doa Setelah Shalat Tahajud, Arab-Latin

Kerjakanlah Shalat malam, Karena shalat malam itu kebiasaan Orang-orang Shaleh sebelum kamu dahulu, Juga suatu jalan untuk mendekatkan Diri Allah Swt. Juga sebagai penebus Dosa dan menjauhi segala kejahatan.

 
 
"Allahumma lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu annta, wa lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta rabbussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta mulkussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa'dukalhaqq, wa liqaa'uka,haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu alaihi wa sallam haqq, wassaa'atu haqq, allaahumma laka aslantu wa'alaika tawakkaltu wa bika aamanntu wa alaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faqhfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu'akhkhiru laa ilaaha illaa annta antailaahii laa ilaaha illaa annta".

Artinya:

"Ya Allah..! bagimu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, Bagimu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, Bagimu segala puji, Engkau tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, Bagimu segala puji, dan bagi-mu kerajaan langit dan bumi serta seisinya, Bagimu segala puji, Engkau benar, Janjimu benar, Firman-mu benar, Bertemu dengan-mu benar, Surga adalah benar [Ada], Neraka adalah benar [Ada], [Terutusnya] Para nabi adalah benar, Terutusnya Muhammad Adalah benar, [Darimu], Peristiwa hari kiamat adalah benar, Ya Allah Kepadamu Aku pasrah, Kepadamu Aku bertawakal, Kepada-mu aku beriman, Kepadamu aku kembali, [Bertaubat], Dengan pertolongan-mu aku berdebat, [Kepada Orang-orang kafir], Kepada-mu [Dan dengan ajaran-mu], Aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu Ampunilah dosa-ku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkau-lah yang mendahulukan dan mengakhirkan, Tiada tuhan yang Hak di sembah kecuali engkau, Engkau adalah Tuhan-ku, Tidak ada tuhan yang Hak di sembah kecuali engkau".

Sekian Saja Terimakasi saya http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/doa-setelah-shalat-tahajud.html.    

Doa menjenguk orang sakit, Arab-Latin

Dengan menyebut nama Allah yang mahapengasih lagi maha penyayang, Sampaikan shalawat kepada Rasulullah beserta keluarganya.

اَللَّهُمَّ اَزِلْ عَنْهُ الْعِلَلَ وَالدَّآءَ، وَاَعِدْهُ اِلَى الصِّحَّةِ وَالشِّفَآءِ، وَاَمِدَّهُ بِحُسْنِ الْوِقَايَةِ، وَرُدَّهُ اِلَى حُسْنِ الْعَافِيَةِ، وَاجْعَلْ مَانَالَهُ فِي مَرَضِهِ هَذَا مَادَةً
لِحَيَاتِهِ وَكَفَّارَةً لِسَيِّئَاتِهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

"Allahumma Azil'anhu, Wa a'idhu ilash shihhati wasy-syifa' Wa amiddahu bi-husnil wiqayah, wa ruddahu ila husnil afiyah waj'al ma nalahu fimaradhihi hadza maddatan lihayatihi wa kaffaratan lisayyiatih [i] Allahumma shalli ala Muhammadin wa ali Muhammad".

Artinya:

"Ya Allah, hilangkanlah dari dirinya penyakit, Kembalikan dia kepada kesehatan dan kesembuhan bantulah dia dengan Sebaik-baik perlindungan, Dan kembalikan dia Sebaik-baik kesembuhan. Jadikanlah apa saja yang dirasakanya pada waktu sakitnya sebagai pahala untuk kehidupanya dan penghapus atas segala kesalahanya. Ya Allah, sampaikan Shalawat kepada muhammad dan keluarga muhammad".

Do'a ini anda baca pada saat menjenguk Tetangga/orang yang sakit, Dengan harapan orang yang sakit cepat di berikan kesembuhan, Dan diberikan ketabahan/kesabaran. Sekian saja terimakasih saya http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/doa-menjenguk-orang-sakit-arab-latin.html.

Surat Al Kahfi, Arab Latin.

Barang siapa yang membaca Surat Al Kahfi Pada hari jum'at, Dia akan disinari cahaya diantara dua jum'at [HR. An nasa'i dan baihaqi Syaikh Al Albani] Mengatakan bahwa hadts ini Shohih sebagai mana dalam Shohihul Jami'. (No 6470).

Betapa banyak nya Orang-orang lalai dari pada amalan yang satu ini  ketika malam jum'at maupun pada hari jum'at, yaitu dengan membaca surat Al Kahfi. Mungkin juaga sebagian orang-orang belum mengetahui amalan ini, Padahal dengan menbaca Surat Al Kahfi Adalah Sesuatu yang sangat dianjurkan [Mustahab] pada hari Jum'at, karena pahalanya yang begitu besar sebagai mana pemberitahuan oleh seseorang yang benar dan juga membawa ajaran yang benar yaitu Nabi Shallallahu'alaihi Wa Sallam. Hadts-hadits yang membicarakan hal ini. Silahkan anda simak Dua hadits-hadits berikut di bawah ini.

1.- Hadits Yang pertama:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Dengan Catatan:

"Barang siapa yang membaca Surat Al Kahfi pada malam Jum'at dia akan di sinari cahaya antara dia dan Ka'bah".

(HS. Ad darimi. Syaikh Al Albani) Mengatakan bahwa hadits ini Shohih Sebagai mana di dalam Shohihul Jami'. (No 6471).

2.- Hadits Yang kedua:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dengan Catatan:

"Barang siapa yang membaca Surat Al Kahfi ini pada hari Jum'at dan dia akan di sinari cahaya diantara dua Jum'at (HR. An Nasa'i dan Baihaqi). Syaikh Al Albani Mengatakan Bahwa Hadits ini Shohih, Sebagai mana di dalam Shohihul Jami'. (No 6470).

Ini adalah salah satu amalan pada hari Jum'at dan keutamaan nya Sangatlah besar di dalam nya, Akan kah kita melewatkan Surat Al Kahfi ini begitu saja...? Mudah-mudahan Allah selalu memberikan kita Ilmu yang sangat berarti dan bermanfaat dan di mudahkan nya kita untuk beramal Sholeh sesuai dengan tuntunan Nabi-nabi-nya Shallallahu'alaihi wasallam.

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu 'alanabiyyiina Muhammad Wa'ala alihi Wa shohbihi Wa Sallam. Sekian Saja Terimakasih Saya Semoga banyak Manfaat nya dengan Surat Al Kahfi ini buat kita semua. By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/surat-al-kahfi-arab-latin.html.   
     

Do'a-do'a Saat Berwudhu Lengkap Dan Tata Cara Wudhu Yang Baik

Jika KIta Hendak Berniat Untuk Melaksanakan Ibdah Shalat, Di Wajib kan Untuk Brwudhu Terlebih Dahulu, Dan Apakah Do'a Yang Mesti Kita Ucapkan Dan Membaca Do'a Daat Mengambil Wudhu?..

Do'a-do'a Saat Berwudhu Lengkap Dan Tata Cara Wudhu Yang Baik Adalah Silahkan Anda Simak Berikut Di Bawah Ini.

1.- Yang Pertama Sekali Adalah Do'a Membasuk Kedua Telapak Tangan Saat Berwudhu.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ 
باَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

Artinya:

"Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji Bagi Allah Yang Menjadikan Air Suci Itu".


2.- Do'a Ketika Berkumur Saat Berwudhu.

اَللَّهُمَّ اَسْـقِـنِى مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لاَ
أَظْمَأُ بَعْدَهاَ أَبَدًا

Artinya:

"Ya Allah, Curahkan Segelas Air Dari Telaga Nabi-mu Muhammad Saw Yang Tidak Akan Kehausan Setelah Itu Selama-lamanya".

3.- Do'a Membersihkan Hidung (Istinsyaq Dan Beristintsar) Saat Berwudhu.

اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنِى رَائِحَةَ جَـنَّتِكَ

Artinya:

"Ya Allah Jangan Lah Engkau Haramkan Aku Mencium Harumnya Surga-mu".

4.- Niat Berwudhu Saat Membasuh Muka.

 

Artinya:

"Aku Niat Berwudhu Untuk Menghilangkan Hadast Kecil, Fardhu Karena Allah Ta'ala". 

5.- Doa Ketika Membasuh Muka Stelah Niat Berwudh.

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Artinya:


"Ya Allah..! Beri Cahaya Di Wajah-ku Pada Hari Bercahaya".

6.- Do'a Mencuci Tangan Kanan Saat Berwudhu.


َللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا


Artinya:

"Ya Allah ,..! Berikanlah Kepadaku Kitabku Dari Sebelah Kanan Dan Hidunglah Amalanku Dengan Perhitungan Yang Mudah".

7.- Do'a Mencuci Tangan Kiri Saat Berwudhu.

اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ


Artinya:

"Ya Allah..! Aku Berlindung Dengan-mu Dari Menerima Kitab Amalan-ku Dari Sebelah Kiri Atau Dari Sebelah Belakang".

8.- Do'a Membasahi Kepala Saat Berwudhu.

ااَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ مِنَ النَّارِ وَاَظِلَّنِي تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ
اِلاَّ ظِلُّكَ

Artinya:

"Ya Allah..! Haramkan Rambut-ku Dan Kulit-ku Dari Neraka Dan Lindungilah Aku Dari (Arsymu) Pada Hari Tidak Ada Perlindungan Kecuali Perlindungan-mu".

9.- Do'a Membasuh Kedua Telinga Saat Berwudhu.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ


Artinya:

"Ya Allah..! Jadikanlah Aku Termasuk Orang-orang Yang Mendengarkan Kata Dan Mengikuti Sesuatu Yang Terbaik".

10.- Do'a Membasuh Kedua Telapak Kaki Saat Berwudhu.

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَّي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ

Artinya:

"Ya Allah..! Mantapkanlah Kedua Kaki-ku Di Atas Titian (Shirothol mustaqim) Pada Hari Di Mana Banyak Laki-laki Yang Tergelincir.

11.- Lalu Doa Setelah Berwudhu.

 

Artinya:

"Aku Bersaksi Bahwa Tiada Tuhan Melainkan Allah, Tiada Sekutu Baginya, Dan Aku Bersaksi Bahwa Nabi Muhammad Itu Hamba Dan Utusanya, Ya Allah..! Jadikanlah Aku Dari Golongan Orang-orang Yang Bersuci Dan Jadikanlah Aku Dari Golongan Orang-orang Yang Saleh.

Sekian Saja Terimakasih Saya By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/doa-doa-saat-berwudhu-lengkap-dan-tata.html.  
  

Istighfar yang Paling Utama, Arab Latin.

Istighfar yang Paling Utama, Arab Latin 

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ
لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:

"Ya allah engkau lah, engkau adalah Robb-ku. Tiadalah yang Hak melainkan Engkau. Engkau telah menciptakan-ku, Aku adalah hamba-mu, Aku diatas perjanjian-mu sesuai kemampuan-ku. Aku berlindung kepada-mu dari kejelekan amalanku. Aku mengakui nikmat-nikmat-mu yang engkau anugrahkan kepada-ku, Aku mengakui Dosa-dosaku. Ampunilah aku karena sesungguh-nya tidak ada yang mengampuni Dosa-dosaku melainkan Engkau".

"Barang siapa Yang membaca di waktu siang dalam keadaan meyakini maknanya dan kemudian ia meninggal pada hari itu sebelum petang maka ia termasuk penduduk di Surga. Dan barang siapa yang membacanya di waktu malam dalam keadaan meyakini maknanya kemudian ia meninggal sebelum masuk waktu Shalat subuh maka ia termasuk penduduk Surga". (HR. Al-Bukhari dari Sahabat Syaddad Ibnu Aus Radhiyallahu'anhu).

Referensi: (http://asysyriah.com. Penulis: Oleh UST. Abu Muhammad Abdul Jabbar) Sekian Saja Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua, Terimakasih Saya http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/istighfar-
yang-paling-utama-arab-latin.html 
     

73 Manfaat Dan Khasiat Dzikir, Bagi Manusia

Dengan Berdzikir Atau Dengna Mengucapkan Kata-kata Pujian Dengan Mengingat Kebesaran Allah SWT, Adalah Amalan Yang Sangat Istimewa Nabi Muhammad SAW, Dan Juga Para Sahabat-sahabatnya. Amalan Dzikir Adalah Merupakan Media Yang Membuat Kehidupan Nabi Dan Para Sahabat-sahabatnya Benar-benar Hidup. Ibnu Al Qoyyim Rahimahullah Menyatakan Bahwa Bahwa Dzikir Tersebut Memiliki 73 Manfaat Dan Kasiat Nya, Silahkan Anda Simak  73 Manfaat Dan Khasiat Dzikir Bagi Manusia Berikut Di Bawah Ini.

73 Manfaat Dan Khasiat Dzikir Bagi Manusia

1.- Yang Pertama Sekali Bisa Mengusir Jin Dan Menjadikanya Sangat Kecewa.

2.- Membuat Allah Ridah.

3.- Menghilangkan Rasa Sedih, Resah-Gelisah Dalam Hati Manusia.

4.- Membahagiakan Dan Melapangkan Hati Manusia.

5.- Munguatkan Hati Dan Jiwa Raga Manusia.

6.- Menyinari Wajah Dan Hati Manusia.

7.- Mempermudah Rezeki.

8.-Menghiasi Orang Yang Berdzikir Dengan Pakaian Kewibawaan, Di Senangi Dan Di Cintai Sesama Manusia.
9.- Melahirkan Kecintaan.

10.- Mengankat Manusia Ke Maqam Ihsan.

11.- Melahirkan Inabah, Ingin Kembali Kepada Allah.

12.- Orang-orang Yang Berdzikir Dekat Dengan Allah.

13.- Pembuka Semua Pintu Ilmu.

14.- Membantu Seseorang Yang Merasakan Kebesaran Allah.

15.- Menjadikan Seseorang Hamba Di Sebut Di Sisi Allah

16.- Menghidupkan Hati Manusia.

17.- Menjadi Makanan Hati Dan Ruh Manusia.

18.- Membersihkan Hati Dan Kotoran Manusia.

19.- Membersihkan Dosa-dosa Manusia.

20.- Membuat Jiwa Dekat Dengan Allah.

21.- Menolong Hamba Saat-saat Kesepian.

22.- Suara Orang Yang Berdzikir Di Kenal Di Langit Yang Tertinggi.

23.- Penyelamat Dari Azab Allah.

24.- Menghadirkan Ketenangan.

25.- Menjaga Lidah Dari Perkataan Yang Di Larang.

26.- Majlis Dzikir Adalah Majlis Malaikat.

27.- Mendapatkan Berkah Allah Di Mana Saja Ia Berada.

28.- Tidak Akan Merugi Dan Menyesal Pada Hari Kiamat.

29.- Berada Di Naungan Allah Di Hari Kiamat.

30.- Dzikir Adalah Bunga Dan Pohon Di Surga.

31.- Dzikir Adalah Ibadah Yang Paling Afdhal.

32.- Mendapat Pemberian Yang Paling Berharga.

33.- Mendapat Kebaikan Dan Anugrah Yang Tak Terhingga.

34.- Tidak Akan Lalai Terhadap Diri, Dan Allah pun Tidak Melalaikanya.

35.- Di Dalam Dzikir Tersimpan Kenikmatan Surganya Dunia.

36.- Mendahului Seorang Hamba Di Dalam Segala Situasi Dan Kondisi.

37.- Dzikir Adalah Cahaya Di Dunia Dan Akhirat.

38.- Dzikir Sebagai Pintu Menuju Allah.

39.- Dzikir Merupakan Sebagai Sumber Kekuatan Kalbu Dan Kemuliaan Jiwa Manusia.

40.- Dzikir Merupakan Penyatu Hati Orang Yang Beriman Dan Pemecah Hati Musuh-musuh Allah.

41.- Mendekatkan Kepada Akhirat Dan Menjauhkan Dari Dunia.

42.- Menjadikan Hati Selalu Terjaga.

43.- Dzikir Adalah Pohon Ma'rifat Dan Pola Hidup Orang Yang Shalih.

44.- Pahala Berdzikir Sama Dengan Berimfak Dan Berjihat Di Jalan Allah.

45.- Dzikir Adalah Pangkal Kesyukuran.

46.- Mendekatkan Jiwa Seorang Hamba Kepada Allah.

47.- Melembutkan Hati.

48.- Menjadikan Obat Hati.

49.- Dzikir Sebagai Modal Dasar Untuk Mencintai Allah.

50.- Mendatangkan Nikmat Dan Menolak Bala.

51.- Allah Dan Malaikat Nya Mengucapkan Shalawat Kepada Pe Dzikir.

52.- Majlis Dzikir Adalah Taman Surga.

53.- Allah Membanggakan Para Pe Dzikir Kepada Para Malaikat.

54.- Orang-orang Yang Berdzikir Masuk Surga Dalam Keadaan Tersenyum.

55.- Dzikir Adalah Tujuan Prioritas Dari Kewajiban Beribadah.

56.- Semua Kebaikan Ada Dalam Dzikir.

57.- Melanggengkan Dzikir Dapat Mengganti Ibadah tathawwu.

58.- Dzikir Menolong Untuk Berbuat Amal Ketaatan.

59.- Menghilangkan Rasa Berat Dan Mempermudah Yang Susah.

60.- Menghilangkan Rasa Takut Dan Menimbulkan Ketenangan Jiwa.

61.- Memberikan Kekuatan Jasad

62.- Menolak Kefakiran.

63.- Pe Dzikir Merupakan Orang Yang Pertama Bertemu Dengan Allah.

64.- Pe Dzikir Tidak Akan Di Bangkitkan Bersama Para Pendusta.

65.- Dengan Dzikir Rumah-rumah Surga Di Bangun, Dan Kebun-kebun Surga Di Tanami Tumbuhan Dzikir.

66.- Penghalang Antara Hamba Dan Jahannam.

67.- Malaikat Memintakan Ampun Bagi Orang-orang Yang Ber Dzikir.

68.- Pegunungan Dan Hamparan Bumi Bergembira Dengan Adanya Orang Yang Ber Dzikir.

69.- Membersihkan Sifat-sifat Munafik.

70.- Memberikan Kenikmatan Yang Tak Tertandingi.

71.- Wajah-wajah Pe Dzikir Paling Cerah Di Dunia Dan Bersinar Di Akhirat.

72.- Dzikir Menambah Saksi Bagi Seorang Hamba Di Akhirat.

73.- Memalingkan Seseorang Dari Membincangkan Kebathilan.

Sungguh Sangat Luar Biasa Manfaat Dari Dzikir Ini, Tetapi Orang-rang Mungkin Tidak Yakin Dengan Manfaat Dan Khasiat Dari Dzikir Tersebut...! Kecuali Orang-orang Yang Sudah Merasakan Dan Menikmati 73 Manfaat Dan Khasiat Dzikir Ini. Sekian Saja Ucapan Terimakasih Saya By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/73-manfaat-dan-khasiat-dzikir-bagi.html.     
 

Doa Dan Keutamaan Shalat Hajat, Arab Latin

Dan Mintalah Pertolongan Kepada Tuhan-mu Dengan Melaksanakan Sholat Dan Juga Dengan Sikap Sabar (QS Al-baqarah [2] : 45) Hajat Secara Harfiah Artinya Kebutuhan. Jika Kita Memiliki Kebutuhan Juga Ke Inginan, Rasulullah Menganjurkan Kita Untuk Shalat, Yakni Shalat Hajat.

Barang Siapa Mempunyai Kebutuhan (Hajat) Kepada Allah, Atau Dari Salah Seorang Manusia Dari Anak Cucu Adam, Maka Wudhulah Dengan Sebaik-baik Wudhu. Kemudian Sholat Dua Rakaat, (Shalat Hajat) Lalu Memuji Kepada Allah, Dan Mengucapkan Salawat Kepada Nabi Saw Setelah Itu. Mengucapkan "Laa illah illallohul haliimul kariimu, Subhaannallohi robbil arsyil azhiim... (HR Tirmidzi Dan Ibnu Majah)

Jadi Shalat Hajat Ini Adalah Shalat Sunnah Yang Di Lakukan Oleh Seorang Muslim Pada Ketika Ia Memiliki Hajat Atau Kebutuhan Tertentu Dan Dia Ingin Hajat Tersebut Di Kabulkan Oleh Allah SWT. Dan Beberapa Keutamaan Shalat Hajat Di Jelaskan Oleh Hadits Nabi SAW Berikut Di Bawah Ini.

"Siapa Yang Berwudhu Dan Sempourna Wudhu Nya, Kemudian Shalat Dua Rakaat (Shalat Hajat) Dan Sempurna Rakaat Nya Maka Allah Memberikan Apa Yang Dia Minta, Cepat Atau Lambat. (HR Ahmad)

Di Riwayatkan Dari Abu Sirah An-Nakh iy, Dia Berkata "Seorang Laki-laki Menempuh Perjalanan Dari Yaman, Di Tengah Perjalanan Keledai Nya Mati, Lantas Dia Mengambil Wudhu Lalu Shalat Dua Rakaat, Kemudian Ber do'a, Dia Mengucapkan "Ya Allah Sesunggguhnya Saya Datang Dari Negeri Yang Sangat Jauh, Guna Berjuang Di Jalan-mu Dan Mencari Ridh-mu, Saya Bersaksi Bahwasanya Engkau Menghidupkan Makluk Yang Mati Dan Membangkitkan Manusia Dari Kubur Nya, Jamganlah Engkau Jadikan Saya Berhutang Budi Terhadap Seseorang Pada Hari Ini. Pada Hari Ini aku Memohon Kepada Engkau Supaya Membagkitkan Keledai-ku Yang Telah Mati Ini". Maka Keledai Itu Bangun Seketika, Dan Mengibaskan Kedua Telinga Nya. (HR Baihaqi)

Shalat Hajat Ini Minimal Dua Rakaat Dan Maksimal Nya Dua Belas Rakaat Dengan Salam Dengan Setiap Dua Rakaat, Shalat Ini Bisa Di Lakukan Kapan Saja Asalkan Pada Tidak Waktu-waktu Yang Di Larang Untuk Melakukan Shalat, Seprti Saat Matahari Terbit Dan Terbenam Atau Pada Saat Menstruasi Pada (Wanita) Kita Bisa Melakukanya Siang Mau Pun Pada Malam Hari, Terserah Kapan saja Kita Bisa Juga Kapan Saja Kita Kehendaki.

Adapun Niat Shalat Hajat Adalah Sebagai Berikut Di Bawah Ini.

Ushallii Sunnatal haajati rak' aataini lillaahi ta'aala.

Artinya:    

"Aku Berniat Shalat hajat Sunnah Hajat dua rakaat Karena Allah Ta'ala".   

Di Dalam Kitab Tajul Jamil Lil ushul, Di Anjurkan Setelah Shalat Hajat Membaca (Istigfar 100 Kali) Seperti Kalimat Istigfar Yang Biasa Atau Membaca Istigfar Berikut Di Bawah Ini.

As tagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu alaiih.

Artinya:

"Aku Memohon Ampunan Kepada Tuhanku, Dari Dosa-dosa, Dan Aku Bertaubat Kepada-mu" 

Setelah Membaca Istigfar Lalu Membaca Shalawat Nabi (100 Kali) Yakni:

"Allahuma shalli alaa sayyidinaa Muhammaadin shalaatarridhaa wardha an ashaabihir ridhar 
 ridhaa"

Artinya:

"Ya Allah, Beri Karunia Kesejahteraan Atas Kunjungan Kami Muhammad, Kesejahteraan Yang Diridhai, Dan Ridailah Dari Pada Sahabat-sahabat Sekalian".

Setelah Itu Memohonlah Kepada Allah Apa-apa Yang Kita Ingin Kan Insya Allah, Allah Mengabulkanya. Amin, Dan Ikutilah Dengan Membaca Do'a Berikut Di Bawah Ini.

 

Laa ilaha illallohul kariimu subhaanallohi robbul arsyil azhiim. Alhamdu lillaahi robbil aalamiin. As Alauka muujibaati rohmatika wa azaaima maghfirrotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. laa tada' lanadzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.

Artinya: 

"Tidak Ada Tuhan Selain Allah Yang Maha Lembut Dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan Pemelihara Arsy Yang Maha Agung. Segala Puji Bagi Allah Seru Sekalian Alam. Kepada-mu-lah Aku Memohon Sesuatu Yang Mewajibkan Rahmad-mu. Dan Sesuatu Yang Mendatangkan Ampunan-mu Dan Memperoleh Keuntungan Pada Tiap-tiap Kebaikan. Janganlah Engkau Biarkan Dosa Dari Pada Diriku, Melainkan Engkau Ampuni Dan Tidak Ada Sesuatu Kepentingan, Melaikan Engkau Beri Jalan Keluar, Dan Tidak Pula Sesuatu Hajat Yang Mendapat Kerelaan-mu, Melainkan Engkau Kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih Dan Penyayang".

Sekian Ucapan Terimakasih Saya By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/doa-dan-keutamaan-shalat-hajat-arab.html   
 

Do'a Dan Hikmak Keutamaan Shalat Dhuha Arab Latin

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda:

Barangsiapa Mengerjakan Sholat Dhuha Dua Rakaat, Maka Dia Tidak Di Tetapkan Termasuk Orang-orang Yang Lengah. Dan Barang Siapa Sholat Empat Rakaat, Maka Dia Di Tetapkan Termasuk Orang-orang Yang Ahli Ibadah. Barang Siapa Mengerjakan Shalat Dhuha Enam Rakaat, Maka Akan Di Berikan Kecukupan Pada Hari Itu. Barang Siapa Mengerjakan Delapan Rakaat, Maka Allah Menetapkanya Termasuk Orang-orang Yang Patuh Dan Tunduk. Dan Barang Siapa Mengerjakan Shalat Dua Belas Rakaat, Maka Allah Membangunkan Baginya Sebuah Rumah Di Surga.

Tidaklah Satu Hari Dan Tidak Juga Satu Malam Melainkan Allah Memiliki Karunia Nya Yang Dianugrahkan Kepada Hamba-hamba Nya Sebagai Sedekah. Dan Tidak Lah Allah Memberikan Karunia Kepada Seseorang Yang Lebih Baik Dari Pada Meng ilhami nya Untuk Selalu Ingat Kepadanya (Di Riwayatkan Oleh Ath-Thabrani).

Shalat Dhuha Atau Shalat Awwab Ini Adalah Shalat Sunnat Yang Di Lakukan Seorang Muslim Ketika Waktu Dhuha. Waktu Dhuha Adalah waktu Ketika Matahari Mulai Naik Kurang Lebih 7 Hasta Sejak Terbitnya (Kira-kira Sewaktu Jam 7 Pagi) Hingga Waktu Dzuhur. Jumlah Rakaat Sholat Dhuha Tersebut Bisa Dengan 2,4,8 Atau 12 Rakaat, Dan Dilakukan Dalam Satuan 2 Rakaat Sekali Salam.

(H.R. Tarmiji Dan Abu Majah):

Adapun Do'a Setelah Sholat Dhuha Seperti Yang Di Contohkan Rasulullah. Berikut Silahkan Simak Do'a Yang Di Bawah Ini.

 

 Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, Wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba'idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa baahaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ibaadakash shalihin.   

Artinya:

 "Wahai Tuhanku, Sesungguhnya Waktu Dhuha Adalah Waktu Dhuha-mu, Keagungan Adalah Keagungan-mu, Keindahan Adalah Keindahan-mu, KeKuatan Adalah Kekuatanmu, Penjagaan Adalah Penjagaan-mu, Wahai Tuhan-ku, Apabila Rezekiku Berada Diatas Langit Maka Turunkanlah, Apabila Berada Di Dalam Bumi Maka Keluarkanlah, Apabila Sukar Mudahkanlah, Apa Bila Haram Suci Kanlah, Apa Bila Jauh Dekat kan lah, Dengan Kebenaran Dhuha-mu, Kekuasaanmu (Wahai Tuhan Ku) Datangkanlah Pada Ku Apa Yang Engkau Datangkan Kepada Hamba-hamba-mu Yang Saleh".   

Sekian Terimakasih Saya By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/doa-dan-hikmak-keutamaan-shalat-dhuha.html. 
     

Mengenal Allah' Imam Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin

Mengenal Allah' Imam Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin. Imam Ghozali Dalam Ihya' Ulumuddin, Ilmu Tasawuf Terbagi Menjadi Dua: 1.- Tasawuf Sebagai Ilmu Mu'Amalah, Ini lah Yang Di uraikan Dalam Ihya' Ulumuddin. 2.- Ilmu Tasawuf Sebagai Ilmu Mukasyafah, Menurut Imam Ghozali Ilmu Ini Tersendiri Serta Tidak Boleh Di Tuliskan. Sebagaimana Kata-kata Imam Ghozali, Fana Adalah Salah Satu Tingkatan Ilmu Mukasyafah.


 
Dari Pada Dirinya Muncul Imajinasi Orang Yang Menyatakan Terjadinya Hulul Atau Penyatuan Dan Yang Menyatakan: Aku Ini Yang Maha Benar!.. Ini Memang Benar-benar Keliru, Seperti Kelirunya Orang-orang Yang Memfonis Cermin Sebagai Merah Hanya Karena Memantulkan Warna Merah".

Berikut Ini Mengenai Tauhid Imam Ghozali, Membaginya Menjadi Empat:

1.- Tauhid, Seseorang Yang Menyatakan Tidak Ada Tuhan Kecuali Allah, Sementara Sementara Kalbunya Melalaikan Makna Ucapanya. Tauhidnya Orang Munafik.

2.- Tauhid Yang Membenarkan Makna Ungkapan-ungkapan Syahadat, Tauhid nya Orang-orang Awam.

3.- Tauhid nya Orang-orang Yang Menyaksikan Kebenaran Ungkapan Tersebut Secara Kasyf Dengan Cahaya Yang Maha Benar, Tauhid Nya Orang-orang Yang Akrab Dengan Allah, Para MuQorrobin.

4.- Tauhid Seorang Yang Tidak Melihat Dalam Wujud Kecuali Hal Yang Tunggal, Tauhid nya Orang-orang Yang Benar, Para ShiddiQin, Dan Para Sufi Menyebutnya Kefanaan Dalam Tauhid.

Kebahagiaan Imam  Ghozali berpendapat, dalam Kimia’ al-Sa’adah, “Seandainya Anda memandang kearah ilmu, anda niscaya melihatnya bagaikan begitu lezat.  Sehingga ilmu itu dipelajari karena manfaatnya. Anda pun niscaya mendapatkannya sebagai sarana menuju akhirat  serta kebahagiaanya, dan juga sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah. Namun hal ini mustahil tercapai kecuali dengan ilmu tersebut.

Dan yang paling tinggi peringkatnya, sebagai hak umat manusia, adalah kebahagiaan abadi. Sementara yang paling baik adalah sarana ilmu tersebut yaitu amal, yang mengantarnya kepada kebahagiaan tersebut, dan kebahagiaan tersebut mustahil tercapai kecuali dengan ilmu serta amal. Dan ilmupun tidak mungkin tercapai kecuali dengan ilmu cara beramal. Jadi asal kebahagiaan di dunia dan akhirat itu sebenarnya ilmu.

Kelezatan khusus kolbu adalah pengenalan terhadap Allah, dan kalbu memang tercipta untuk mengenal Allah. Kelezatan tertinggi dan terluhur pengenalan terhadap Allah. Manusia tidak hanya menikmati kelezatan pengenalan terhadap Allah setelah meninggal dunia saja, tapi diapun bisa menikmatinya ketika dalam keadaan sadar, yaitu ketika dia mampu menyaksikan berbagai hakekat realitas tertinggi, dan kepadanya pun alam malakut disingkapkan. Semua ini mustahil tercapai kecuali dengan keterpalingannya dari berbagai pesona materi, ilusi, serta kelezatan yang fana.” Kata Imam Ghozali.

Sekian Terimakasih By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/mengenal-allah-imam-ghozali-dalam-ihya.html          

DO’A SEBELUM BERSETUBUH UNTUK SUAMİ DAN İSTRİ

حَدَّثَنَا يَحْيَ بْنِ يَحْيَ وَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ (وَاللَّفْظُ لِيْحَيَ) قَالَ: أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالَمٍ عَنْ كَرِيبٍ عَنْ ابْنِ عَبّاسٍ. قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : : أَنَّ أَحَدَهُمْ، إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ، قَالَ: بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ. وَ جَنِّبْنِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فَي ذَالِكَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

 رَوَاهُ صَحِيحْ مُسْلِمْ :  ١٤١٣، صَحِيحْ الْبُخَارِي:٥١٦٥

Artinya:
Sabda Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam : “Jika diantara kalian bersetubuh dengan istrinya (atau istri dengan suaminya), seraya berdoa wahai Allah jauhkanlah syaitan dari kami, wahai Allah jauhkanlah syaitan dari anugerah yang akan Kau berikan pada kami. Maka jika ditentukan bagi mereka anak, tak akan di perangkap syaitan selama-lamanya ” (Shahih Bukhari).

DO’A SEBELUM BERSETUBUH UNTUK SUAMİ-İSTRİ


Apabila Seseorang Menbaca Do'a Yang Berikut Ini Sebelum Menggauli Istrinya:

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ. وَ جَنِّبْنِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Artinya:
"Bismillahi Allahumma jannibnas-syaithoona wa jannibnis-syaithoona maa rozaqtanaa" Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Eukau rizkikan kepada kami (anak, keturunan), kemudian dari hubungan tersebut ditakdirkan menghasilkan seorang anak, maka ia tidak akan diganggu oleh setan selamanya" .

Malam Pertama Dan Adab Bersenggama

Saat pertama kali pengantin pria menemui isterinya setelah aqad nikah, dianjurkan melakukan beberapa hal, sebagai berikut:



Pertama: Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya seraya mendo’akan baginya. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا (وَلْيُسَمِّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ) وَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’”

Kedua: Hendaknya ia mengerjakan shalat sunnah dua raka’at bersama isterinya.

Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata: “Hal itu telah ada sandarannya dari ulama Salaf (Shahabat dan Tabi’in).

1.- Hadits dari Abu Sa’id maula (budak yang telah dimerdekakan) Abu Usaid.
Ia berkata: “Aku menikah ketika aku masih seorang budak. Ketika itu aku mengundang beberapa orang Shahabat Nabi, di antaranya ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr dan Hudzaifah رضي الله عنهم. Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami shalat. Tetapi mereka berkata: ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzarr) berkata: ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar!’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka shalat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku, ‘Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua raka’at. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kamu berdua…

2.- Hadits dari Abu Waail.
Ia berkata, “Seseorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.’ ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka’at di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdo’alah):

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِيْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
.
“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.”

Ketiga: Bercumbu rayu dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Misalnya dengan memberinya segelas air minum atau yang lainnya.

Hal ini berdasarkan hadits Asma’ binti Yazid binti as-Sakan radhiyallaahu ‘anha, ia berkata: “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah صلی الله عليه وسلم disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada -Aisyah. Tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazid berkata: “Aku menegur -Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah صلی الله عليه وسلم!’ Akhirnya -Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.”

Keempat: Berdo’a sebelum jima’ (bersenggama), yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca do’a:
بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ
مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.”

Kelima: Suami boleh menggauli isterinya dengan cara bagaimana pun yang disukainya asalkan pada kemaluannya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya : Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangi-lah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” [Al-Baqarah : 223]

Ibnu ‘Abbas رضى الله عنهما berkata, “Pernah suatu ketika ‘Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه datang kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, celaka saya.’ Beliau bertanya, ‘Apa yang membuatmu celaka?’ ‘Umar menjawab, ‘Saya membalikkan pelana saya tadi malam.’  Dan beliau صلی الله عليه وسلم tidak memberikan komentar apa pun, hingga turunlah ayat kepada beliau:

“Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai…” [Al-Baqarah : 223]

Lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
أَقْبِلْ وَأَدْبِرْ، وَاتَّقِ الدُّبُرَ وَالْحَيْضَةَ

“Setubuhilah isterimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi hindarilah (jangan engkau menyetubuhinya) di dubur dan ketika sedang haidh”.

Juga berdasarkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم:

مُقْبِلَةٌ مُدْبِرَةٌ إِذَا كَانَتْ فِي الْفَرْجِ

“Silahkan menggaulinya dari arah depan atau dari belakang asalkan pada kemaluannya”.

Seorang Suami Dianjurkan Mencampuri Isterinya Kapan Waktu Saja
Apabila suami telah melepaskan hajat biologisnya, janganlah ia tergesa-gesa bangkit hingga isterinya melepaskan hajatnya juga. Sebab dengan cara seperti itu terbukti dapat melanggengkan keharmonisan dan kasih sayang antara keduanya. Apabila suami mampu dan ingin mengulangi jima’ sekali lagi, maka hendaknya ia berwudhu’ terlebih dahulu.

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُوْدَ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu’ terlebih dahulu.”

- Yang afdhal (lebih utama) adalah mandi terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Rafi’ radhi-yallaahu ‘anhu bahwasanya Nabi صلی الله عليه وسلم pernah menggilir isteri-isterinya dalam satu malam. Beliau mandi di rumah fulanah dan rumah fulanah. Abu Rafi’ berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa tidak dengan sekali mandi saja?” Beliau menjawab.
هَذَا أَزْكَى وَأَطْيَبُ وَأَطْهَرُ

“Ini lebih bersih, lebih baik dan lebih suci.”

- Seorang suami dibolehkan jima’ (mencampuri) isterinya kapan waktu saja yang ia kehendaki; pagi, siang, atau malam. Bahkan, apabila seorang suami melihat wanita yang mengagumkannya, hendaknya ia mendatangi isterinya. Hal ini berdasarkan riwayat bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم melihat wanita yang mengagumkan beliau. Kemudian beliau mendatangi isterinya  -yaitu Zainab radhiyallaahu ‘anha- yang sedang membuat adonan roti. Lalu beliau melakukan hajatnya (berjima’ dengan isterinya). Kemu-dian beliau bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِيْ صُوْرَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِيْ صُوْرَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِيْ نَفْسِهِ

“Sesungguhnya wanita itu menghadap dalam rupa syaitan dan membelakangi dalam rupa syaitan. Maka, apabila seseorang dari kalian melihat seorang wanita (yang mengagumkan), hendaklah ia mendatangi isterinya. Karena yang demikian itu dapat menolak apa yang ada di dalam hatinya.”

Imam an-Nawawi rahimahullaah berkata : “ Dianjurkan bagi siapa yang melihat wanita hingga syahwatnya tergerak agar segera mendatangi isterinya – atau budak perempuan yang dimilikinya -kemudian menggaulinya untuk meredakan syahwatnya juga agar jiwanya menjadi tenang.” 

Akan tetapi, ketahuilah saudara yang budiman, bahwasanya menahan pandangan itu wajib hukumnya, karena hadits tersebut berkenaan dan berlaku untuk pandangan secara tiba-tiba.

Allah Ta’ala berfirman:

““Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” .[An-Nuur : 30]

Dari Abu Buraidah, dari ayahnya رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah صلی الله عليه وسلم ber-sabda kepada ‘Ali.
يَا عَلِيُّ، لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ اْلأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ اْلآخِرَةُ

“Wahai ‘Ali, janganlah engkau mengikuti satu pandangan pandangan lainnya karena yang pertama untukmu dan yang kedua bukan untukmu”.

- Haram menyetubuhi isteri pada duburnya dan haram menyetubuhi isteri ketika ia sedang haidh/ nifas.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Artinya : Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haidh. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor.’ Karena itu jauhilah isteri pada waktu haidh; dan janganlah kamu dekati sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” [Al-Baqarah : 222]

Juga sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم:
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا: فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang menggauli isterinya yang sedang haidh, atau menggaulinya pada duburnya, atau mendatangi dukun, maka ia telah kafir terhadap ajaran yang telah diturunkan kepada Muhammad صلی الله عليه وسلم.” 

Juga sabda beliau
 صلی الله عليه وسلم:
مَلْعُوْنٌ مَنْ أَتَى امْرَأَتَهُ فِي دُبُرِهَا

“Dilaknat orang yang menyetubuhi isterinya pada duburnya.”

- Kaffarat bagi suami yang menggauli isterinya yang sedang haidh.
Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata, “Barangsiapa yang dikalahkan oleh hawa nafsunya lalu menyetubuhi isterinya yang sedang haidh sebelum suci dari haidhnya, maka ia harus bershadaqah dengan setengah pound emas Inggris, kurang lebihnya atau seperempatnya. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه dari Nabi صلی الله عليه وسلم tentang orang yang menggauli isterinya yang sedang haidh. Lalu Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda.

يَتَصَدَّقَ بِدِيْنَارٍ أَوْ نِصْفِ دِيْنَارٍ

“Hendaklah ia bershadaqah dengan satu dinar atau setengah dinar.’”

- Apabila seorang suami ingin bercumbu dengan isterinya yang sedang haidh, ia boleh bercumbu dengannya selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم.
اِصْنَعُوْا كُلَّ شَيْءٍ إِلاَّ النِّكَاح


“Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima’/ bersetubuh).”

- Apabila suami atau isteri ingin makan atau tidur setelah jima’ (bercampur), hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu’ terlebih dahulu, serta mencuci kedua tangannya. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوْءَهُ لِلصَّلاَةِ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ وَهُوَ جُنُبٌ غَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَأْكُلُ وَيَشْرَبُ

“Apabila beliau hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu’ seperti wudhu’ untuk shalat. Dan apabila beliau hendak makan atau minum dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau makan dan minum.”

- Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ غَسَلَ فَرْجَهُ وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ

“Apabila Nabi صلی الله عليه وسلم hendak tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu’ (seperti wudhu’) untuk shalat.”

- Sebaiknya tidak bersenggama dalam keadaan sangat lapar atau dalam keadaan sangat kenyang, karena dapat membahayakan kesehatan.

- Suami isteri dibolehkan mandi bersama dalam satu tempat, dan suami isteri dibolehkan saling melihat aurat masing-masing.

Adapun riwayat dari ‘Aisyah yang mengatakan bahwa ‘Aisyah tidak pernah melihat aurat Rasulullah صلی الله عليه وسلم adalah riwayat yang bathil, karena di dalam sanadnya ada seorang pendusta.

- Haram hukumnya menyebarkan rahasia rumah tangga dan hubungan suami isteri.

Setiap suami maupun isteri dilarang menyebarkan rahasia rumah tangga dan rahasia ranjang mereka. Hal ini dilarang oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Bahkan, orang yang menyebarkan rahasia hubungan suami isteri adalah orang yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah.
Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلُ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya pada hari Kiamat adalah laki-laki yang bersenggama dengan isterinya dan wanita yang bersenggama dengan suaminya kemudian ia menyebarkan rahasia isterinya.”

Dalam hadits lain yang shahih, disebutkan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, “Jangan kalian lakukan (menceritakan hubungan suami isteri). Perumpamaannya seperti syaitan laki-laki yang berjumpa dengan syaitan perempuan di jalan lalu ia menyetubuhinya (di tengah jalan) dilihat oleh orang banyak…”

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullaah berkata, “Apa yang dilakukan sebagian wanita berupa membeberkan maslah rumah tangga dan kehidupan suami isteri kepada karib kerabat atau kawan adalah perkara yang diharamkan. Tidak halal seorang isteri menyebarkan rahasia rumah tangga atau keadaannya bersama suaminya kepada seseorang.
Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya : “Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” [An-Nisaa' : 34]

Nabi صلی الله عليه وسلم mengabarkan bahwa manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang bersenggama dengan isterinya dan wanita yang bersenggama dengan suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasia pasangannya”.

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]

(1). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2160), Ibnu Majah (no. 1918), al-Hakim (II/185) dan ia menshahihkannya, juga al-Baihaqi (VII/148), dari ‘Abdullah bin ‘Amr رضى الله عنهما. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 92-93)

(2). Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (X/159, no. 30230 dan ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191-192). Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 94-97), cet. Darus Salam, th. 1423 H.
(3). Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191, no. 10460, 10461).

(4). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/438, 452, 453, 458). Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 91-92), cet. Darus Salam, th. 1423 H.

(5). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 141, 3271, 3283, 5165), Muslim (no. 1434), Abu Dawud (no. 2161), at-Tirmidzi (no. 1092), ad-Darimi (II/145), Ibnu Majah (no. 1919), an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 144, 145), Ahmad (I/216, 217, 220, 243, 283, 286) dan lainnya, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas رضى الله عنهما.

(6). Pelana adalah kata kiasan untuk isteri. Yang dimaksud ‘Umar bin al-Khaththab adalah menyetubuhi isteri pada kemaluannya tetapi dari arah belakang. Hal ini karena menurut kebiasaan, suami yang menyetubuhi isterinya berada di atas, yaitu menunggangi isterinya dari arah depan. Jadi, karena ‘Umar menunggangi isterinya dari arah belakang, maka dia menggunakan kiasan “membalik pelana”. (Lihat an-Nihayah fii Ghariibil Hadiits (II/209))

(7). Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/297), an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 91) dan dalam Tafsiir an-Nasa-i (I/256, no. 60), at-Tirmidzi (no. 2980), Ibnu Hibban (no. 1721-al-Mawarid) dan (no. 4190-Ta’liiqatul Hisaan ‘ala Shahiih Ibni Hibban), ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (no. 12317) dan al-Baihaqi (VII/198). At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.” Hadits ini dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fat-hul Baari (VIII/291).

(8). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh ath-Thahawi dalam Syarah Ma’anil Aatsaar (III/41) dan al-Baihaqi (VII/195). Asalnya hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (no. 4528), Muslim (no. 1435) dan lainnya, dari Jabir bin ‘Abdillah رضى الله عنهما. Lihat al-Insyirah fii Adabin Nikah (hal. 48) oleh Abu Ishaq al-Huwaini.

(9). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (308 (27)) dan Ahmad (III/28), dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri رضي الله عنه.

(10). Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 219), an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa’ (no. 149), dan yang lainnya. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (no. 216) dan Adabuz Zifaf (hal. 107-108).

(11). Maksudnya isyarat dalam mengajak kepada hawa nafsu.

(12). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1403), at-Tirmidzi (no. 1158), Adu Dawud (no. 2151), al-Baihaqi (VII/90), Ahmad (III/330, 341, 348, 395) dan lafazh ini miliknya, dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu  ‘anhuma. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (I/470-471).
(13). Syarah Shahiih Muslim (IX/178).

(14). Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2777) dan Abu Dawud (no. 2149).

(15). Jangan bercampur dengan isteri pada waktu haidh.

(16). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3904), at-Tirmidzi (no. 135), Ibnu Majah (no. 639), ad-Darimi (I/259), Ahmad (II/408, 476), al-Baihaqi (VII/198),  an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 130, 131), dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

(17). Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari ‘Uqbah bin ‘Amr dan dikuatkan dengan hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2162) dan Ahmad (II/444 dan 479). Lihat Adaabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 105).

(18). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 264), an-Nasa-i (I/153), at-Tirmidzi (no. 136), Ibnu Majah (no. 640), Ahmad (I/172), dishahihkan oleh al-Hakim (I/172) dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 122).

(19). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 302), Abu Dawud (no. 257), dari Shahabat Anas bin Malik رضي الله عنه. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 123).

(20). Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 222, 223), an-Nasa-i (I/139), Ibnu Majah (no. 584, 593) dan Ahmad (VI/102-103, dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 390) dan Shahiihul Jaami’ (no. 4659).

(21). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 288), Muslim (no. 306 (25)), Abu Dawud (no. 221), an-Nasa-i (I/140). Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 4660).

(22). Lihat Adabuz Zifaf hal. 109.

(23). Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (no. 17732), Muslim (no. 1437), Abu Dawud (no. 4870), Ahmad (III/69) dan lainnya. Hadits ini ada kelemahannya karena dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah bernama ‘Umar bin Hamzah al-‘Amry. Rawi ini dilemahkan oleh Yahya bin Ma’in dan an-Nasa-i. Imam Ahmad berkata tentangnya, “Hadits-haditsnya munkar.” Lihat kitab Mizanul I’tidal (III/192), juga Adabuz Zifaf (hal. 142). Makna hadits ini semakna dengan hadits-hadits lain yang shahih yang melarang menceritakan rahasia hubungan suami isteri.

(24). Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/456-457).

(25). Fataawaa al-Islaamiyyah (III/211-212).



Sekian Saja Terimakasih By http://karya-mandau.blogspot.com/