Kumpulan Puisi Rindu

Jika Kita sedang mengalami rasa rindu terhadap seorang yang sangat kita dambakan dan sangat di cintai, Memang sangat menyakitkan, yang penuh rasa ingin bertemu untuk mengobati rasa ingin yang telah lama terpendam. Nah ini kabar baik buat anda karena saya telah publikasikan kumpulan Puisi-puisi rindu di bawah ini sebagai berikut.


Kumpulan Puisi Rindu


Ada Rindu

Kalau saja aku tidak pernah mengenal mu...!
Dan kau pun tak pernah meninggalkan ku..
Mungkin ku takkan pernah tahu apa itu rindu.

Aku rindu cara mu menatp ku...
Aku rindu cara mu membuat ku tersenyum..!
Dan ku rindu semua pada mu.

Ada rindu yang kini bergantung di benak ku.,
Terpatri hanya pada hati mu,
Rinduku pada mu mengalahkan gelisah dan gundah ku...
Aku tak mampu menghapus bayang mu..
Karna tulus mu adalah harmoni hatiku.

Jika saja aku tak pernah mengenal mu 
Mungkin aku takkan pernah tau indah nya pagi...
Indah nya senja, Dan hangat nya mentari.

 Rindu ini Milik Mu

Aku tak pernah membayangkan..
Rasa sayang tumbuh dan subur di dalam hati,
Aku tak pernah berfikir kan begitu tersiksa saat ini...
Engkau telah pergi begitu lama, Terlalu lama....!

Dan ku hanya bisa merasakan tampa mampu mengatakan..,
Sungguh berat memang,,. Tapi apa hendak di kata,
Kenyataan yang pahit dan manis kan hadir di dalam kehidupanku,..

Aku yang belenggu kerinduan dan kesepian yang setiap saat,,.
Dan ku hanya bisa bertanya dan berharap..!
Bilakah kau kan kembali....?

Andaikan ku punya malaikat cinta..!
Kan ku minta kepadanya tuk membisikkan satu kata..!
Rindu ini hanya milik mu.

Mimpi Semalam

Saat gelap kemarin,.. Terselip senyum yang menawan dan indah..
Lama tak nampak...!
Menawan mengambang di sana..
Juga mata purnama,
Senda dan tawa juga masih sama....
Seperti waktu yang dahulu..
Seperti ketika aku berdekatan dengan nya..
Dia aku sebut purnama..,
Dia aku sebut.

Dalam tidur sebelum hari ini,.. Sang mimpi menjemput ku..
Membawa aku bertemu purnama....
Ketika itu purnama bersama mia..
Menjemput ku berlahan hangat,
Dan tak lama aku pulang,..
Aku di antar mimpi di jemput pagi,
Dan dia tak mampu ku sentuh...!

Rasa rinduku

Telah lama kau simpan...
Ternyata ku tak sanggup..
Tak sanggup tak membuka....!
Walau telah ku paksa..!
Di hati ..

Tertulis sebuah kata..
Kata yang seder hana..
Yang mungkin tak bermakna Apa-apa

Hanya satu buah kata...
Dan hanya kata usang...!
Tak berubah hingga petang..
Rindu.....
Ku pejamkan mata ku,
Wajah mu hadir...
Dan kau tersenyum kearah ku.

Terbesit..!
Rasa ingin memburu,.
Mengejar senyumu itu....
Namun semakin jauh..!

Jaga ku terfikir,
Kau hanya mimpi yang sirna..
Dan tak mungkin ku meraih.

Ku simpan rasa ini di ujung resah..!
Dalam hujan saat petang yang basah,,.
Sejumlah doa terbisit di alam mimpi,
Terucap tampa terasa.

Rindu Akan Hadirmu 

Aku kan tetap di sini...
Menunggu sampai akhir nanti..!
Datanglah kepada ku,.
Walau itu hanya bayangan mu,
Luangkanlah waktu mu...
Untuk mengobati rasa sayang ku kepada mu.

Aku ingin bertemu dengan mu...
Walau satu detik pun aku mau,.
Jika kau berada di sini,
Ku kan memeluk dan takkan melepaskan mu..
Karena kamu adalah nafas terindah untuk ku.

Masihkah Akan ku Dengar

Kemana kan ku cari bayangan mu..!
Yang kini berlari dan berlalu..
Di mana jejak langkah kaki mu...?
Yang selalu di dekat ku dahulu,.
Masihkah kan ku dengar suara mu.

Mendengdangkan lagu cinta nan syahdu..
Masihkah kan ku rasa hembusan nafas ku...
Yang Selalu menyentuh penuh rindu,
Akankah ku lihat senyuman mu lagi..!

Yang menghias bentuk Pipi..
Masihkah kan ku tatap indah mata mu,
Yang bersinar dengan penuh kasih untuk ku,..

Mungkin kini semua tinggal mimpi..!
Dan hanya menjadi tinggal memori,.
Di kala sinar kasih mu telah membias...
Tak lagi menjadi pelangi yang menghias.

Sunyi Tampa Mu Di Sini

Ke sunyian menyelimuti..
Hingga tiba sang fajar menyelinapi aku di sini....
Nama mu yang biasa di hati yang telah terukir indah,
Dan terbingkai rapi bersama mu.

Adakah kau di sana merindukan ku..?
Aku yang di sini selalu merindukan mu..
Tak terbatas oleh ruang dan waktu,
Dan adakah rindu ini masih mampu membelai bayangan indah mu..!
Hingga menetes butiran bening air mata di Pipi ku.

Hari, Bulan, Dan tahun terus berganti..
Lekat diri mu tetap di hati,
Aku tau kau kini bukan milik ku lagi...!
Namun cintaku Hanya untuk mu.

Telah ku tata rapi dengan Sayap-sayap cinta, Cinta kita.
Namun Sayap-sayap itu Tak berarti,..
Hanya tinggal kenangan Dan rasa rindu padamu.

Aku mencintai mu dari hati yang paling dalam..
Cinta mu telah terkubur dalam cinta ku..
Cinta ku cinta sejati.

Ketika Pasir Berbisik

Di saat  pasir berbisik..
Dalam terpaan bayu mengusik,
Lirih tapi begitu perih..!
Kasih ku hampa..
Sayangku Sia-sia.

Pengertina ku pun Seolah tak berguna..!
Biarlah... Kalau memang itu yang kau minta.
Dalam luka ku tampak bahagia..
Walaupu pahit hati yang terluka..
Terpaksa ku telan dengan rasa kecewa.

Tentang Rindu

Jika Bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani..!
Kan ku nikmati kesunyian ini,..
Apabila puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini.
Biarlah ku nikmati Kepahitan ini,
Hanya air mata yang tulus, Dari pada tawa penuh dusta.

Semoga kerinduan ini akan berakhir...!
Seiring ku dapatkan kerinduan lain yang lebih bermakna,
Yang bisa membuatku bahagia.

Kerinduan

Walau sejenak bertemu, Bahagia bisa lagi melihatm mu..
Dealam batas kerinduan tak terasa air mata tlah menetes di pipi ku..!
hati yang telah lama mati, terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa yang mati hidup kembali...
Kini ku mengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan takkan terganti.

Sekeras apapun tuk mencoba dan selemah apapun tuk mengingat nya..
Hati yang telah memilih, yang tak bisa di kuasai oleh akal..

Ku sangka telah berhenti berharap..
Dan tak punya Hasrat..
Juga tidak kan lagi melihat yang seindah seperti yang dahulu...,
Saat itu aku tahu bahwa segalanya tidak ada yang berubah..
Hanya perkiraan ku yang salah
Mohon di maafkan kilaf dan salah ku.

Sekian terimakasih karena anda telah membaca artikel kumpulan puisi sedih ini. Semoga anda terhibur dan bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by http://karya-mandau.blogspot.com/2013/01/kumpulan-puisi-rindu.html

0 komentar:

Poskan Komentar